Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2015

Bromo Adventure : Bukit Teletubbies and Pasir Berbisik (Day 2)

Setelah puas foto-foto di Bromo, kami melanjutkan perjalanan menuju Bukit Teletubbies. Kenapa disebut bukit Teletubbies? karena bentuk bukitnya seperti yang ada di film anak-anak Teletubbies, hijau dan berbukit-bukit. Nah, disini kami berfoto-foto sebentar kemudian segera menuju destinasi akhir di kawasan gunung Bromo, yakni Pasir Berbisik. Memang kalau aku dengar, desiran angin disana terdengar seperti sayup-sayup orang yg sedang berbisik. Padang pasir terhampar seluas mata kita memandang. Keren dah..

Bukit Teletubbies, padang savana di gunung Bromo


Aku, Dia dan Kuda

Beberapa kuda lagi pada hang out disana

Welcome to Pasir Berbisik

Padang pasir di gunung Bromo



Groufie bersama kawan-kawan seperjalanan
*Photo credit to kawan setia tour

*Photo credit to kawan setia tour


Selesai dari Pasir Berbisik, kami kembali ke penginapan.
Kami beberes untuk siap-siap pulang ke Jakarta.

Ini dia foto penginapannya
Thanks ya udah ngikutin ceritaku selama di Bromo dan Malang..


See you,

Bromo Adventure : Pananjakan and Mount Bromo (Day 2)

Tanggal 07 Maret 2015, tibalah di hari kedua, dimana kita akan menjelajah gunung Bromo. Horeee.. Kami dibangunkan subuh-subuh sekitar pukul setengah tiga dan buru-buru siap-siap. Oh ya, penginapan kami berada di kaki gunung Bromo jadi udaranya uadeeem tenan rek. Selesai siap-siap, kawan-kawan kami ternyata sudah pada menunggu di bawah dan udah ada yg naik jeep duluan. Kami segera menyusul dan masuk ke dalam jeep untuk memulai petualangan kami hari itu. Kami pergi menuju Pananjakan untuk melihat sunrise di gunung Bromo dari sana. Sayangnya cuaca kurang mendukung kala itu karena gerimis turun. Langit tertutup kabut tebal dan kami tidak bisa melihat apapun. Memang katanya waktu yg terbaik untuk melihat sunrise di Bromo adalah ketika bulan Juli sampai Agutus disaat musim kemarau tiba. Sayang sekali memang, tapi ya tetep di asyikin ajalah. Oh ya, di sepanjang tangga menuju pananjakan, banyak sekali pedagang yg menjual makanan. Ada jagung bakar, telur rebus, pop mie dll. Aneka souvenir dari mulai syal, kaos, kupluk dan sebagainya pun dijual. Kami berada di pananjakan sampai sekitar pukul 5 pagi, kemudian mengisi perut sebentar dan segera melanjutkan perjalanan menuju gunung Bromo. 

Pananjakan yg sudah ramai dengan orang-orang yg ingin melihat sunrise

Walau gagal liat sunrise, tapi tetep diasyikin aja





Akhirnya sampai di Bromo


Dari parkiran menuju anak tangga Bromo, kami memutuskan untuk menyewa jasa kuda
100K sudah pp dan ditunggu


Liat deh anak tangga menuju kawah Bromo di belakangku..
Mayan banget tuh naiknya

Semangat naik tangganya..
Ganbatte!

Ulah tangan usil yang mengotori anak tangga gunung Bromo
Yang kaya gini jangan ditiru yak

Dari parkiran jeep sampe ke atas, banyak juga lho yg jalan kaki
Salut dah!

Yey, akhirnya sampai juga di puncak anak tangga..

Kawah gunung Bromo

Setiap tahun diadakan upacara Kasodo, dimana masyarakat Hindu Tengger memberikan sesaji kepada Sang Hyang Widhi dengan cara melemparkan sesajen berupa sayuran, ayam, dan bahkan uang ke kawah gunung tersebut. Di kaki gunung Bromo aku juga melihat sebuah pura, dan ternyata di pura tersebutlah upacara adat Kasodo itu diadakan.



Great view of Bromo







Dalam perjalanan kembali ke parkiran, sang bapak penarik kuda memfoto kita


Sampai jumpa di part terakhir perjalananku di Bromo


Cheers,

Bromo Adventure : Museum Angkut and Selecta (Day 1)

Selesai dari Alun-alun kota Malang dan Coban Rondo, kita dibawa menuju destinasi berikutnya yaitu Selecta. Tapi berhubung hari masih siang, jadi masih ada waktu jika kita mengunjungi satu destinasi wisata lagi. Akhirnya seluruh anggota open trip sepakat untuk pergi ke Museum Angkut di Batu. Aku pun juga tertarik banget dan setuju dengan ide tersebut. Karena kata temanku tempatnya bagus. Tapi kita harus bayar tiket masuknya sendiri-sendiri karena pada dasarnya kunjungan ini tidak termasuk dalam itinerary yang sudah disusun. Yasudah, mumpung udah nyampe di Malang jadi sekalian ajah. Tiket masuk ke museum angkut ini tergolong premium dibanding dengan museum-museum yg pernah aku kunjungi sebelumnya. Biayanya sekitar 60 ribu. Kalau membawa kamera digital atau SLR dikenakan biaya tambahan sekitar 30 ribu. Tapi harga segitu ternyata worthed banget setelah kita masuk ke dalam dan menjelajahi museum tersebut. Pokoknya kalau lagi ke Malang, dan ingin dapetin foto-foto yg ciamik mesti datengin museum ini.   


Berbagai jenis alat transportasi dari seluruh dunia ada disini
Dari yang jadul sampai yang modern


Kita seperti berada dalam kapsul waktu
Melintasi berbagai jaman antar negara dan benua
Dari satu tema ke tema lainnya

Broadway, here we come..



UK Theme Park



~ Scooby-Dooby-Doo, Where Are You? ~
~ We got some things to do now ~

Yeah, come on HULK!

Selesai dari museum angkut, kami menuju ke destinasi terakhir di hari itu. Selecta yg berisi kebun bunga, kolam renang dan ada pemandian air hangatnya juga kalo ga salah. Saat kami meninggalkan museum angkut, hujan pun turun. Dan sampai di Selecta, juga masih hujan rintik-rintik. Kami tidak menikmati kolam renangnya karena cuaca yg gerimis dan udara yg begitu dingin. Kami hanya foto-foto sambil jalan-jalan di kebun bunganya.





Lisna in Action!

Kebun bunga Selecta yang cantik
Dan ini menjadi penutup di hari pertama perjalanan kami di Malang


Love,
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...