Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Agustus 2016

Untuk Perenungan Kembali: THE BRIDGE MASTER AND HIS SON


THE BRIDGE MASTER AND HIS SON
(The Love of God Teaching By Jimmy Cooper)

Once there was a man...…
Who had a son that he loved very much…
The man worked as a bridge master for the railroad…
His son loved to watch the trains…
And the people who travel on them…
People who were lonely…
Angry…
Selfish…
Hurting…
And addicted… (drugs)
A tragic mistake… the father raised the bridge when the train was heading towards the bridge at full speed with all the passengers.
When the little boy saw that, he ran to the nearest manual bridge level to try
to lower back down the bridge so that the train can pass.
However, the son accidently fell into the hole and was trapped until the bridge.
Leading to a terrible choice…
Allow everyone on the train to die…
Or pull the lever and allow his son to be crushed by the bridge…
The father pulled the lever…
At the very moment, everything slowed down. Tears of sadness flows out of the father’s eyes.
His son is dead, but do the people in the train even know that this had happened?
The emo teenager mentioned earlier who was addicted to drug, dropped her drug as she saw the father crying in pain…
The Salvation of All…
Required the Sacrifice of One most dear…
The Sacrifice of One…
Bought Hope for the Future…
The father saw this little baby boy that was carried by the mother was
survived from a life threatening situation. (this baby boy is from the
train)
The mother and baby boy walked pass happily and smiled.
The Bridge master smiled as he see the hope for the future, the little baby boy.

This is how much God loved the world: He gave his Son, his one and only Son.
And this is why: so that no one need be destroyed; by believing in him, anyone can have a whole lasting life.
  
The Bridgemaster is like God.
He sacrificed His one and only Son, Jesus Christ who died on the cross for our Sins.
To give us hope for the future.

Catatanku:
Cuplikan video ini aku liat ketika ikut retreat di kantor tanggal 6-7 Agustus 2016 kemarin. Sangat menyentuh hatiku.
Membuatku bersyukur karena Allah telah rela mengobarkan anakNya yg tunggal yaitu Yesus Kristus untuk keselamatan semua orang yang percaya padaNya.
Film lengkapnya berjudul Most - The Bridge. Film pendek asal Ceko ini patut untuk ditonton karena begitu menginspirasi.
(Sumber dari: sini)


Love,

Minggu, 27 Desember 2015

Tulisan Itu Abadi

Sumber gambar dari sini

Sebenarnya aku ragu untuk memposting tulisan berikut ini. Tapi karena kupikir mungkin bisa berguna bagi orang lain yg membaca, jadilah aku publish juga. Tulisan ini aku temukan tidak sengaja saat sedang membongkar dus-dus berisi buku-buku jaman kuliah. Saat memilih yg mana yg ingin kuloak agar tidak membuat penuh kamarku, aku menemukan berkas yg berisi kertas-kertas jaman Persekutuan Doa di kampus dulu. Salah satunya adalah tulisan yg kubuat setelah pulang dari acara retreat kampus. Aku mengikuti retreat ini di tahun 2008, saat tingkat 2. Retreat yg tidak akan aku lupakan, karena membuatku jadi sadar dan mengenal siapa penciptaku. Retreat ini berlangsung selama 3 hari kalau tidak salah, dan dibagi ke dalam beberapa sesi. Sesi ke 2 pada hari pertama mengambil tema “Pemulihan Luka Batin dan Gambar Diri”. Nah inilah yg menjadi sumber insprasi tulisanku saat itu. Aku membaca secarik kertas yg kutemukan tidak sengaja tersebut dan merenungkan hal yg dulu kurasakan. Ya, aku tertegun kembali ke masa lalu.


10 Jan 2008
Kemarin saya baru pulang dari perjalanan retreat yg diadakan oleh kampus saya. Perasaan yg luar biasa dahsyat, saya rasakan karena pemulihanNya yg luar biasa dalam hidup saya. Begitu juga saya rasa dengan peserta lain. Seperti orang yg telah dibebaskan dan dimenangkan dari suatu perkara, begitulah perasaanku. Hati yg baru, yg telah dilepaskan dari segala beban, diganti sukacita dan kekuatan yg baru. Itu karena Ia yg punya kuasa maha dahsyat itu yg melakukannya.

Topeng
Hari pertama saya disana, malam harinya sekitar pukul setengah 8, seorang pembicara yg juga mahasiswa S2 di salah satu universitas di Jakarta bernama Kak Budiman, mengatakan hal yg menempeleng hati saya. Kita sering kali memakai bahkan menggonta-ganti topeng sesuai keadaan dan selera, jati diri kita seperti memakai topeng. Begitulah keadaannya. Semuanya dilakukan agar bisa diakui dan dipercayai oleh orang lain. Kita menjadi seperti apa yg mereka katakan.

Kertas
Hati kita itu diibaratkannya seperti secarik kertas. Ia menceritakan pengalamannya saat masih kecil. Ketika ada kata-kata yg meluncur dari mulut orang lain, seperti “Bego amat lu..” yg disampaikan kepadanya (sorry,mungkin mulutnya yg ini perlu disekolahin dulu kali ya) dan ia terima, maka ia analogikan dengan mulai merobek kertas itu menjadi dua. Lalu “Gitu aja gak bisa..” dan ia lanjut merobek kertas itu. Terus kata-kata yg menghancurkan hati ia dengar dan itu semua menumpuk dan makin menumpuk dalam hatinya. Sampai kamu tau apa yg terjadi? Kertas yg semula utuh berubah menjadi robekan kecil-kecil dan HANCUR. Kamu bisa membayangkan bagaimana keadaan hati itu sekarang. Gimana mau balikinnya lagi jadi selembar kertas yg utuh.

Jati diri
Kita memiliki jati diri buatan karena kita tidak kenal siapa pencipta kita. Ketika kita mengenal Dia lebih dalam dari semua yg kita kenal, kita menjadi sadar bahwa hidup kita itu berharga sekali di mataNya. Ketika ada orang berkata A tentang diri kita, maka topeng itu kita pakai. Itu karena kita menghakimi diri kita sendiri. Tapi jikapun kata-kata yg keluar itu positif, belum tentu juga akan membuat kita jadi lebih baik. Stigma yg melekat itu juga bisa membuat kita melayang. Contoh bila kita dikenal sebagai orang yg pintar, maka topeng yg akan kita pakai adalah “Wah, saya ini pintar ya..” Dan ketika kita menghadapi ujian, kita jadi menganggap enteng dan berpikir “Ah, tidak usah belajar juga sudah bisa.” Dan pikiran itulah yg akan menjatuhkan kita.

Masa Lalu
Pengalaman masa lalu termasuk juga yg bukan dialami sendiri, akan membuat kita memakai topeng. Ketika kita ingin maju menjawab pertanyaan atau bertanya tentang materi kepada pengajar, kita langsung memakai topeng “Takut Tertolak” karena kita dulu pernah punya pengalaman yg pahit tentang hal tsb. Atau ketika kita disuruh menyanyi, kita memakai topeng “Gak bisa” karena di masa lalunya ketika ada temannya yg menyanyi, ia melihat temannya itu dihina. 

Gambar diri kita harus dipulihkan dengan cara kita harus melepas topeng itu dari wajah kita. Dengan kita semakin mengenal siapa pencipta kita, maka kita akan makin mengenal jati diri kita yg sesungguhnya dan menjadi orang yg tidak memakai topeng lagi.


Love,

Repost: SECANGKIR KOPI SEBAGAI PENGINGAT

Nama Denny Siregar menjadi nyaring di dunia maya lewat tulisannya di media sosial pesbuk. Saya pun mendengarnya baru-baru ini lewat teman kantor yg bercerita bahwa ia suka membaca dan update berita lewat tulisannya di fb. Gaya bahasanya yg tidak mengawang-awang khas politik, membuat tulisannya digemari oleh masyarakat awam. Saya pun jadi melirik blognya yg berisi kumpulan tulisan-tulisannya di fb. Saya tertarik akan sudut pandangnya dalam menggambarkan suatu masalah atau hal yg sedang terjadi. Membaca tulisannya yg berisi tentang fiosofi kehidupan yg kerap dihubungkan dengan kegemarannya akan secangkir kopi, membuat saya akhirnya kembali bersemangat menulis. Saya pun ingin membagikan salah satu tulisannya yg berikut ini. Semoga bermanfaat!

15 Desember 2015,
DENNYSIREGAR.COM – Sekali-sekali duduklah kita sejenak dan diamlah. Minumlah secangkir kopi jika suka…
Bayangkan masa kecil, masa dimana kita adalah mahluk yang sangat lemah. Saking lemahnya, kita bahkan tidak mampu berbuat apa2. Begitu tergantungnya kita pada orang tua kita.
Pernahkah kita tidak percaya kepada mereka? Mereka lempar kita keatas, kita tertawa terbahak-bahak. Mereka tidak ada, kita menangis kehilangan. Mereka mengajak kita kemanapun, kita ikut dengan sukacita.
Itulah kepercayaan.
Kepercayaan ada saat kita menyerahkan semuanya kepada penjaga kita. Tanpa penentangan, tanpa kesombongan sebagai seorang yang punya banyak rencana. Kita benar-benar pasrah, memasrahkan apapun yang terjadi pada kita. Kenapa bisa begitu? Karena kita ber-prasangka baik kepada mereka.
Dan perhatikan saat kita menangis karena tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Mereka mengarahkan kita, memalingkan kita dari sesuatu yang buruk yang nanti akan menimpa kita, mereka paham apa yang terbaik bagi kita. Kita yang tidak paham karena kita hanya fokus pada apa keinginan kita.
Dan lihatlah kita sekarang dan hubungan kita dengan Tuhan.
Apa yang terjadi pada kita ? Semakin kita merasa mampu mandiri, semakin kita sombong. Semakin kita merasa bahwa kita mampu segalanya. Kita merasa punya banyak rencana dan semua rencana kita adalah yang terbaik bagi kita. Padahal kita tidak sadar, bahwa semua itu hanya nafsu kita saja.
Disaat rencana kita dipatahkan dan hidup kita dijatuhkan, kita menangis. Persis seperti saat kita kecil dan tidak mendapat apa yang kita inginkan. Semakin sombong kita, semakin kita tidak percaya bahwa kita diberikan jalan yang terbaik. Kita tidak lagi percaya pada kuasa-Nya, meski lidah berkata “Tuhan…” seperti dulu saat kita memanggil, “Papa..” tetapi hati kecil kita menentang.
Ah, manusia…. Semakin tinggi ia berada, semakin jauh ia dengan keimanan-nya. Padahal dalam setiap ujian, Tuhan ingin kita mendekat kepadaNya supaya kita tidak lupa siapa kita sebenarnya. Kita sebenarnya hanyalah seorang anak kecil, tapi besar kepala….
Sumber dari sini

Love,

Selasa, 11 Agustus 2015

REPOST : Taking Control of Your Money

Aku membaca tulisan ini sekitar 2 tahun lalu. Begitu menampar dan membuat ku sadar bahwa ada yg harus dirubah saat itu juga dalam caraku mengatur pendapatan (gaji). Semoga tulisan ini menginspirasi kalian juga. Thanks to @captainruby buat pelajarannya. I feel blessed now when I think it over. Kalau mau liat tulisan aslinya ada di mari..

Twenty Somethings, Go Make Yourself Useful.

Kalau usia lo kepala dua dan berada dalam salah satu kategori ini:
(1) Sedang kuliah, jobless, lo pikir memang waktunya lo menikmati hidup
(2) Sudah lulus kuliah, jobless, dan masih menikmati hidup
(3) Kuliah gak lulus lulus, jobless, dan taunya cuma menikmati hidup
(4) Sudah kerja, tapi masih aja menikmati hidup doang
(5) …. alias ga jelas hidupnya
Gue pengen mengajak lo untuk bermain matematika simple sebentar. Lo suka main kan? Yuk, kita hitung-hitung kira-kira semenjak kita lahir sampe usia kita sekarang udah berapa banyak duit yang diinvestasikan orang tua ke dalam hidup kita. Gue juga baru kali ini ngitung. Penasaran cuy.

BERHITUNG GOBLOK
Supaya simple dan gampang hitungnya, katakan saja sudah 20 tahun kita hidup di dunia, maka hitungan gobloknya kurang lebih seperti ini, dengan level mediocre, alias hidup pas-pasan.
Biaya operasi kelahiran : Rp. 8.500.000,-Anggap aja lahir normal, RS Bunda, kelas 3. Info sesuai link ini)
Biaya susu formula (2-5 Tahun): Rp. 22.400,- x 2 x 52 x 3 = Rp 6.988.800,-
Anggap susu Dancow paling murah. Satu minggu biasanya perlu dua kotak 400 gram. Konsumsi 52 minggu dikali 3 tahun. Info harga sesuai link ini.
Biaya pangan (5-12 Tahun) : Rp. 5.000 x 3 x 365 x 7 = Rp. 38.325.000,-Anggap makan simple seharga goceng sekali makan. Makan 3 kali sehari, konsumsi 365 hari dikali 7 tahun.
Biaya pangan (12-17 Tahun) : Rp. 10.000 x 3 x 365 x 5 = Rp. 54.750.000,-Anggap makan simple seharga ceban sekali makan. Dua kali lipat karena udah usia remaja. Rakus biasanya. Konsumsi 3 kali sehari, 365 hari dikali 5 tahun.
Biaya pangan (17-20 Tahun) : Rp. 12.000 x 3 x 365 x 3 = Rp. 39.420.000,-Anggap makan simple tapi naik kelas sedikit karena mulai kuliah. Masih rakus. Konsumsi 3 kali sehari, 365 hari dikali 3 tahun.
Biaya sandang (0-5 Tahun) : Rp. 50.000 x 3 x 12 x 5 = Rp. 9.000.000,-Anggap bajunya grosiran ala Pasar Pagi, goban harga reasonable dikali 3 macem baju (baju rumah, baju jalan-jalan, baju tidur / sekolah), tiap bulan nambah satu set selama 5 tahun.
Biaya sandang (5-12 Tahun) : Rp. 80.000 x 3 x 12 x 7 = Rp. 20.160.000,-Anggap bajunya naik tingkat dikit ala Ramayana, dikali 3 macem baju, tiap bulan nambah satu set selama 7 tahun.
Biaya sandang rumah (13-20 Tahun) : Rp. 80.000 x 1 x 12 x 7 = Rp. 6.720.000,-Udah remaja, mulai bisa gaya. Jadi ini baju santai buat leyeh-leyeh ala Matahari Dept Store, dikali 1 macem baju, nambah sekali sebulan cukup selama 7 tahun. Harusnya lebih mahal nih, tapi ya udah lah, buat engko owe jual harga modal aja.
Biaya sandang eksis (13-20 Tahun) : Rp. 400.000 x 1 x 12 x 7 = Rp. 33.600.000,-Ini juga kemurahan. Baju, celana, belon sepatu, belon beli parfum, belon potong rambut, tapi ya udah lah. Reasonable 400.000 biaya penampilan kece kali 12 bulan kali 7 tahun.
Biaya hura-hura (13-20 Tahun) : Rp. 75.000 x 4 x 12 x 7 = Rp. 25.200.000,-Kalau orang kerja bilang ini biaya entertain. Seminggu sekali ke mall, makan dan nonton, dikali 4 minggu sebulan, kali 12 bulan kali 7 tahun.
Sekolah (TK) : Rp. 19.381 x 12 x 3 = Rp. 697.716,-Menggunakan rumus FV = B (1+Kenaikan)n. Uang sekolah TK sekarang +/- 430.000,- per bulan. Menghitung mundur harga 17 tahun yang lalu (asumsi kenaikan 20% / tahun) menjadi +/- Rp. 19.381. dikali 12 bulan dikali 3 tahun. Info uang sekolah di link ini.
Sekolah (SD) : Rp. 37.386 x 12 x 6 = Rp. 2.691.792,-Menggunakan rumus FV = B (1+Kenaikan)n. Uang sekolah SD sekarang +/- 480.000,- per bulan. Menghitung mundur harga 14 tahun yang lalu (asumsi kenaikan 20% / tahun) menjadi +/- Rp. 37.386. dikali 12 bulan dikali 6 tahun. Info uang sekolah di link ini.
Sekolah (SMA) : Rp. 165.714 x 12 x 3 = Rp. 5.965.704,-Menggunakan rumus FV = B (1+Kenaikan)n. Uang sekolah SMP sekarang +/- 580.000,- per bulan. Menghitung mundur harga 7 tahun yang lalu (asumsi kenaikan 20% / tahun) menjadi +/- Rp. 165.714. dikali 12 bulan dikali 3 tahun. Info uang sekolah di link ini.
Sekolah (Kuliah) : Rp. 13.500.000 + Rp. 3.500.000 x 2 x 4 = Rp. 41.500.000,-Info uang kuliah di link ini.
Nah, terkumpul total menurut hitungan goblok, uang yg sudah dibenamkan ke dalam elo selama 20 tahun bernafas adalah *drumroll* ….
Rp. 293.519.012,- sajaaaa. (ala iklan properti)

GOKIL! 
Dan ini masih mengabaikan banyak biaya-biaya lainnya seperti biaya perlengkapan bayi, popok, biaya ke dokter kalau sakit, beli sepeda, motor, mobil untuk lo transport, biaya sabun mandi, odol, sampo selama 20 taon, jalan-jalan keluarga, biaya kursus ini itu, biaya SKS yang gagal, biaya pacaran, biaya maen warnet, nonton konser, ajojing, mabok, dan akhirnya nabrak mobil orang dan seabrek biaya lainnya, yang kalau dimasukkan dalam perhitungan mungkin nilainya bisa nyaris sama besarnya.
Jadi…
Rp. 293.519.012,- = Biaya elo menikmati hidup selama 20 tahun kagak ngapa-ngapain.
Rp. 293.519.012,- = Biaya yang dikorbankan bokap nyokap yang sebenernya kalau engga ada elo bisa buat hura-hura.
Rp. 293.519.012,- = Biaya yang terus bertambah selama elo belon bisa kontribusi apa-apa ke keluarga. Tunggu, jangan bilang kontribusi ke keluarga dulu deh, bayar biaya makan malam sama pacar weekend kemarin udah bisa belon?
Rp. 293.519.012,- = Biaya yang bisa diinvestasikan ke Reksadana / Saham / dan lainnya yg dalam 20 tahun returnnya bisa beberapa kali lipat.
But your parents decided to INVEST in you. Ini baru satu anak sob, kalau punya 2 anak berarti 600 juta. Dan ini baru hitung-hitungan murah. Alias ngitung lifestyle yang mediocre. I hope you see how much they cared for you by now.
Sudah berdarah-darah? Tanggung. Biar sakitnya sekalian.

BERAPA LAMA LAGI ORANG TUA HIDUP?
Gila! Mungkin itu yang terpikir di kepala lo. Eits, gue bukan nyumpahin, tapi ada baiknya kita future-minded. Menurut research CIA usia rata-rata orang Indonesia itu 71 tahun. If you’re 20 now, dan katakan orang tua menikah di usia 25-30. Berarti, usia orang tua sekarang berkisar late forties atau early fifties.
Sob, lo boleh kurangin sendiri sama 71. Artinya 2/3 hidup mereka sudah didedikasikan sebagian besar untuk lo. Maklum gak kalau kita berbuat sesuatu supaya sisa 1/3 usia mereka (semoga lebih panjang) bisa mereka nikmati dengan tenang?

BERHITUNG GOBLOK (PART II)
Seandainya kita mau coba pay-back atas semua yang sudah diinvestasikan, berapa lama sih?
Kalau ambil gaji fresh graduate Jakarta +/- Rp. 2.500.000,- berarti perlu 117 bulan atau hampir 10 tahun untuk mengembalikan investasi orang tua kita, dengan asumsi duitnya 100% buat payback. Lah lalu ga makan? Ga hidup?
Get what I mean? Untungnya parents memang gak peduli soal payback. The only thing they want is to see us be the person that we are supposed to be. Atau kalo bahasa betawi-nya : “Enyak babe cuma pengen lihat elo jadi ORANG.”

WHAT NEXT?
Cukup deh, udah bleeding gila-gilaan kayanya. Sebelom lo tewas, kita wrap up. Kalau elo keasikan menikmati hidup dan enggak sempet mikir sejauh ini, hey, nasi mungkin sudah menjadi bubur, lo ga bisa balikin tuh bubur jadi nasi. Yang elo bisa mulai adalah: beliin nasi baru buat diri elo sendiri dan orang tua elo dengan usaha elo sendiri. Atau lebih keren lagi lo beliin rice cookernya, atau lebih keren lagi the whole kitchen, atau lebih keren lagi the whole house. Bukan bicara materi saja yah. Ini cuma analogi.
Wake up! Ambil tanggung jawab atas diri lo sendiri. Pada akhirnya itu buat keuntungan lo sendiri. Gak akan mudah, but it will be worth it. Easy is not part of growing up. Buat gue, salah satu tanggung jawab yang paling krusial adalah tanggung jawab finansial atas diri lo sendiri. 

*sodorin betadine untuk luka-lukanya*

Dan di tulisannya @captainruby yg lain, juga ngasih tau gimana langkah nyata untuk bisa jadi financially independent and get the financial freedom later. Mulai dari ini aja, aku yakin one good thing will lead to another. Tulisan aslinya nyontek di mari.


Buat Yang Baru & Akan Gajian













THE BASICS
Rumusnya selalu sama sedari dulu:
(1) Penghasilan – Tabungan = Pengeluaran
(2) Penghasilan – Pengeluaran = Tabungan
Di kategori manakah lo? Kelihatannya keduanya sama tapi perbedaan penempatan aja mempunyai implikasi yang banyak sekali berbeda.
Gua adalah tipe (1). Hal pertama yang gua lakukan ketika menerima gaji adalah mengurangi sebagian besarnya dalam bentuk tabungan dan instrumen investasi. Gua bisa melakukan ini karena gua sudah tahu pasti berapa pengeluaran gua per bulan untuk hidup. Hidup, ini berarti biaya transport kerja setiap hari dan makan setiap hari. Konsekuensinya, jatah makan gua setiap hari sudah ditakar dan tidak akan melebihi nominal tertentu. Gua tahu banget kalau hari ini melebihi budget harian, berarti esoknya gua harus makan sesuatu yang lebih murah. No compromise. Bahkan seringkali gua menolak lapar atau membawa bekal (kaya foto di atas) karena sehari sebelumnya udah makan yang mewah.
Kebalikannya adalah tipe (2). Ini gua yang dulu. Gua yang kalau dapet uang, yang pertama gua pikirkan adalah baju baru apa yang bisa gua beli, gadget apa yang bisa gua tambah ke koleksi gua, tempat asik mana yang gua mau bawa gebetan” gua. Akhirnya, karena dasarnya manusia yg ga pernah puas, saldo tabungan nambah tapi dikiiit banget. Enak sih hidup kayak gini. Mewah. Hip. Tapi hidup kayak ginilah yang melahirkan istilah “tanggal muda” dan “tanggal tua”. Mau selamanya hidup dipecundangi sama midnight sale? Sadar gak kalau mall itu sengaja bikin event satu dua hari setelah gajian?

IF YOUR MONEY IS NEVER ENOUGH
Good news, lo ga sendiri. Been there done that got the t-shirt dan untungnya ada jalan keluarnya. Kalau nyimak baik” dari rumus di atas harusnya sudah bisa mengambil konklusi sendiri. But here’s a help.
Yang namanya kekurangan jalannya setau otak Cina gua cuma dua, antara (1) lo nambah gaji lo atau (2) lo ngurangin pengeluaran lo. That’s it. Pilihan pertama cenderung susah dan butuh waktu lama. Cara yang paling mutakhir buat gua di kala emergency adalah cara nomer dua.
Makanya hidup jangan pake gengsi. Ga ada yang salah kok dengan makan nasi bungkus warteg deket kantor sesekali. Lo bayar kan bukan nyolong? Ga ada yang salah kok dengan menggantikan kunjungan ke salon dengan merawat rambut sendiri dari rumah. Ga ada yang salah kok dengan memilih hiburan di luar mal yang lebih murah dan ga kalah asiknya. Sekalian jadi tahu mana temen-temen yg bener-bener melihat lo apa adanya, bukan ada apanya.

GENGSI
Buang gengsi jauh-jauh. Emang sih ini susah, tapi gua bisa kok buktinya. Atau gini, gengsi boleh aja dipiara. Tapi ubah prinsip gengsi lo. Gengsi bukan pakai mobil bokap yang 3000 cc yang bayar bensinnya aja lo udah kembang kempis, tapi bisa pakai mobil apa aja biarpun cuma 1300 cc yang penting STNK nya atas nama sendiri dan bayar bensinnya sendiri.
In short. Jaga lifestyle lo. Don’t live beyond your means. Gua punya teman, someone I look up to, a filthy-stinkin-rich techie guy who owns a chateau in Paris. Sampai hari ini masih pake sport shoe (bukan sports car) kalau meeting, dan pakai paper clip instead of money clip atau bahkan dompet. Serius. Ga bohong. Lagian kalau lo emang kaya, dan tahu lo kaya, ngapain pusingin penampilan. Contoh lain, Bob Sadino dengan celana jeans pendeknya. Orang kaya itu secure with who they are dan ga memusingkan gengsi, apalagi cuma sekedar penampilan.
Akan datang waktunya untuk lo hidup dengan lifestyle yang mewah. Gua percaya Tuhan akan bikin kita terus naik dan bukan turun. Cuman, kalo kapasitas pribadi lo sekarang masih level 1 mau hidup di level 5, kayanya seberapa pun berusaha kapasitas dan hidup lo susah untuk naik ke level 5 yang beneran, karena capek bok nalanginnya.

BELAJAR & TAKE ACTION
My financial life is shaped by this two events: (1) Bisa dibilang cara pikir gua berubah saat harus berjuang menghidupi diri sendiri di Negeri Kangguru. (2) Ketika gua menemukan buku Ligwina Hananto yang judulnya “100 Cara Untuk Tidak Miskin”. Buku gokil yang sampai sekarang masih gua pakai checklistnya.
Banyak tujuan finansial gua yang tercapai simply karena mengerti dasar-dasar yang diajarkan di buku ini. Sudah 22 yang berhasil gua centang dari 100 langkah. I’m happy to say that I’m financially independent, walaupun masih panjang jalannya menuju financial freedom. But I know I’m heading there.
I fully recommend this book. And anyone who’d like to ask and share, I’m more than happy to do so.
Jadi, besok gajian udah tahu donk mau diapain dulu duitnya? Rumus (1) atau (2)? Mau tetep dipecundangi midnight sale?
Its’ yours to decide
By: @captainruby


Love,




Sabtu, 08 Agustus 2015

Indonesia Fashion Week 2015, Shake the Runway!

Gambar dari sini

Latepost. Again. And more next. Kali ini aku pengen certain perjalananku ke Indonesia Fashion Week 2015 tanggal 28 Februari 2015 di JCC Senayan. Aku emang udah pengen banget nyoba ngerasain dateng ke fashion week. Nah, makanya aku dah cari dari jauh-jauh hari infonya. Fashion Week yang terdekat bakal diadain di akhir bulan Februari, makanya aku dah siap-siap mantengin webnya buat registrasi pengunjung. Mayanlah gratis jadinya pas mau masuk ke exhibitionnya, ga usah bayar. Hehehe. Aku mengajak Siti buat kesana. Thanks ya, Ti dah mau  nemenin dateng ke acara ini. Sayangnya pas registrasi waktunya mepet, makanya cepet banget tiketnya ludes diburu pengunjung lain. Jadi Siti gak kebagian dapet tiket untuk pengunjung umum.

Nah, berhubung show pertama mulainya jam 1 an, kami berangkat jam 10 dari rumahku. Siti yg menjemput karena akunya kelamaan siap-siap. Hehehe. Aku bingung mau pakai baju apa kesana. Akhirnya aku memakai kemeja dan rok, biar keliatan agak formal. Dan Siti pun juga berpakaian formal tapi tetep dengan sentuhan boyishnya. Dari rumah menuju bulak kapal kami boncengan naik motor. Kemudian disambung naik bis menuju komdak. Dari komdak kami lanjut naik busway, dan turun satu halte sesudahnya, tepatnya di halte JCC. Dari situ tinggal jalan kaki aja deh.

Sampainya disana kami makan dulu. Kami makan siang dengan menu ketropak yang dijual di dekat gedung. Setelah itu, kami masuk ke dalam gedung exhibitionnya. Aku menunjukkan print out undangan untuk pengunjung umum ke loket pembayaran. Disana petugasnya agak sedikit kebingungan. Akhirnya mba petugasnya memberiku name tag community dan bisa digunakan untuk akses masuk ke dalam gedung secara gratis. Siti yg ga kebagian tiket undangan, akhirnya mengantri di loket untuk membayar tiket masuk sebesar 25 ribu rupiah. Setelah didalam. kami muter-muter hall JCC yg luas itu. Kami segera menuju meja informasi untuk menanyakan apakah mereka masih memiliki undangan untuk menonton fashion show hari itu. Yang aku incar adalah fashion show dari siswa Bunka School, sekolah fashion dari Jepang yg tersohor itu. Tapi ternyata petugasnya hanya memiliki sisa undangan fashion show untuk tema “Colourful Banyuwangi” jam setengah 4 sore. Ya gapapalah, daripada ga dapet tiket nonton sama sekali. Lagian penasaran juga sama fashion show dari kota asalku, Banyuwangi. Setelah tiket sudah ditangan, maka hal berikutnya yg perlu dipikirin adalah gimana caranya bisa tetep nonton fashion show dari Bunka School jam 2 ntar. Langsung deh kami menuju ke tkp, tempat fashion shownya berada. Soalnya berdasar pengalamanku yg sebelumnya gagal masuk ke fashion tent di JFW 2014, nanti ada kok tiket last minute yang dibagi pas acaranya mau mulai. Jadi buat mengisi bangku-bangku yang masih kosong. Makanya aku coba dulu, siapa tau masih ada bangku kosong. Pengalaman temenku yang sebelumnya pernah nonton fashion week juga gitu. Jadi kita pede aja nunggu di depan fashion roomnya. Habis itu baru deh, nyamperin pak penjaganya, nanya boleh gak kalo kita masuk, sambil nunjukin id card community ku. Katanya kalo nanti pas acaranya dah mulai, trus masih ada tempat kosong bakal dipanggil. Tapi ga lama setelah itu, kita berdua dipanggil pak petugas dan diijinin masuk. Yap akhirnya kita berdua berhasil masuk kedalam stage roomnya. Padahal tadinya aku ragu, karena cuma aku yang pake id card. Lah trus gimana dengan nasib Siti. Tapi beruntungnya pak petugasnya baik hati, akhirnya kita berdua diijin masuk ke dalem sama pak petugas. Thanks ya pak! Hehe..



 Aksi selfie ku di depan fashion tent

 Sambil nunggu show dimulai, selfie lagi bareng Siti

Selfie teruuuuus

Setelah didalam, kita segera berburu spot duduk yang enak. Masih banyak yang kosong sih, apa mungkin karena masih 15 menit sebelum mulai ya. Dan itu pun juga show pertama. Jadi masih sepi. Habis itu show pun dimulai, dan ruangan mulai penuh terisi oleh pengunjung yang juga ingin nonton. Show dibuka dengan tema Bali. Aku yang baru pertama kali nonton fashion show begitu terkesima dengan live show yang seperti ini. Setelah show berakhir, ada jeda kira-kira setengah jam kemudian baru diisi oleh pagelaran dari siswa Bunka school. Karena untuk masuknya aja udah butuh perjuangan, makanya kita memutuskan untuk tetap di tempat saja sampai show Bunka dimulai. Karena show inilah yang aku incar dari semula. Di show Bunka School yang bertema Save the Ocean itu ada beberapa rancangan yang aku suka karena modelnya unik dan bagus. Ada salah satu backsoundnya juga yang aku sangat suka, dan setelah aku searching ternyata judulnya adalah Talk Talk dari George Maple. Lagunya bikin fashion shownya makin hidup. Disana juga aku sempat ngobrol dengan penonton sebelah. Dia ternyata adalah siswa dari Bunka School. Mungkin banyak juga yang nonton disana saat itu adalah sama-sama siswa dari Bunka juga. Habis selesai dari pagelaran Bunka School ada jeda kira-kira sejam baru mulai ke show berikutnya.

Beberapa foto di bawah ini diambil dari show pembuka bertema Bali.
Yang diatas menrupakan desain dari Rhea Cempaka



 Busana karya rancangan Katrin Sutajaya

 Fashion show dari siswa Bunka School bertema "Save the Ocean"

 Part pertama menceritakan tentang lautan Indonesia yang tercemar
The Broken Ocean



















Gambaran lautan Indonesia yang sudah terselamatkan.
So beautiful..
My favorite design from Bunka School!

Colourfull Banyuwangi was up next. Karena tiket juga udah di tangan, aku dan Siti keluar dulu untuk keliling-keliling ruang pameran. Aku juga udah pegel make low heel, makanya pengen ganti sama sepatu teplek yg tadi beli di pameran sebelum nonton show yang pertama. Oh ya, ada dua stage yg menggelar fashion show saat itu dengan program show yang berbeda. Penasaran juga sih sama bentuk stage yang kedua kaya apa. Tapi kami merasa sudah cukup senang bisa masuk dan nonton fashion show. 

 Nyicipin panggung runway pas closing show pertama

Kemudian kita segera kembali ke stage 1 untuk nonton show bertema Colourful Banyuwangi. Busana yang dirancang oleh Priscilla Saputro tersebut banyak mengambil unsur-unsur dari kekayaan alam dan budaya kota Banyuwangi, di Jawa Timur. Dibuka dengan mengambil unsur tarian Seblang Olehsari. Kemudian mengambil tema warna dari kawah Ijen, yang terkenal akan blue firenya. Kemudian ada juga Red Island yang diangkat sebagai tema pagelaran busana. Banyuwangi has so many hidden treasures by the way. Dalam acara tersebut juga muncul Putri Indonesia serta Bupati Banyuwangi, bapak Abdullah Azwar Anas. Bapak Anas juga ingin ikut memperkenalkan batik Banyuwangi. Batik-batik tersebut dirancang sedemikian ciamik oleh Priscilla sehingga tetap terasa modernnya. Hari itu banyak hal baru yang aku serap dari acara fashion tahunan tersebut, Sekitar bulan November nanti, bakal ada acara fashion week lagi yang pastinya gak kalah grande, bernama Jakarta Fashion Week. Kalo ditanya mau dateng apa gak, pastinya langsung jawab, iyess.. Smoga ada teman yang mau nemenin kesana. Karena acara fashion week gitu bikin nagih lho. Nagih karena bisa dapet goodie bag yang isinya lumayan. Hahaha..

Di bawah ini foto-fotonya. Maaf kalau resolusi gambarnya kurang bagus ya kawan.
Please enjoy!

Tarian Seblang Olehsari dari Banyuwangi menjadi tema pembuka dalam gelaran Novum Etno kali ini

Kawah Ijen di Banyuwangi yang terkenal dengan blue fire nya pun, menjadi tema busana rancangan Pricilla






Busana dengan mengambil unsur Pulau Merah di Banyuwangi


Kali ini tarian khas Banyuwangi yakni Gandrung yang menjadi inspirasi tema.
Tarian Gandrung biasanya dipakai untuk menyambut tamu dalam acara-acara syukuran.
Gandrung sendiri berarti mempesona atau menarik hati.



Banyuwangi Ethno Carnival dipakai sebagai tema penutup fashion show Colourful Banyuwangi

Dalam show bertajuk Novum Etno - Colorful Banyuwangi, Priscilla memamerkan beragam batik Banyuwangi

 Pricilla Saputro tampil bersama Puteri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri 

Siti with her own style 

A new experience with Indonesia Fashion Week 2015


LoVe,
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...