Tampilkan postingan dengan label jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jepang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Desember 2016

Relax In The City (Part 2)


Di postingan sebelumnya, aku udah bercerita mengenai perjalanan aku, Cince, Njo dan Ko Adri berkeliling Blok M untuk sekedar relaxing sambil menikmati sensasi jejepangan lewat Japan Foundation dan Restoran Nijyumaru. Nah, berikutnya kami melanjutkan langkah kaki kami ke Papaya Galery yg masih terletak satu komplek di area Little Tokyo. Jaraknya sangat dekat dari Restoran Nijyumaru. Hanya beberapa langkah, sampailah kami di supermarket Jepang tersebut. Kami masuk dan berkeliling melihat produk-produk yg dijual disana. Di lantai atas terdapat Daiso kecil. Kami melihat aneka makanan siap saji dijual disana seperti sushi, sashimi, onigiri dll. Saat itu ada seorang anak kecil perempuan yg sungguh menggemaskan sedang berbelanja dengan mamanya. Kutebak dari wajahnya, anak kecil itu adalah orang Jepang. Aku pun tersenyum kepada dede kecil itu dan saking gemesnya, respon Cince spontan berkata “Kawai..” Dan mamanya pun tersenyum pada kami. :D

Disana Cince juga tidak sengaja tersenggol oleh seorang nenek. Respon nenek itu pun sungguh membuat kami berdua saling menatap dan tersenyum. Nenek tersebut berkata kepada Cince dengan sangat sopan, “Gomenasai..” Mungkin disangka nenek itu, Cince adalah seorang gadis Jepang yg lagi belanja disana. Maklumlah daerah itu memang banyak didominasi oleh kaum ekspatriat Jepang yg tinggal untuk menetap ataupun sementara. Jadi enak deh kita disangka orang Jepang. Hihihi..

Kami menghabiskan waktu tidak terlalu lama disana. Cince membeli sebotol air mineral untuk meredakan rasa haus di tengah perjalanan kami selanjutnya. Selanjutnya tujuan kami adalah Taman Langsat alias Hidden Park yg terletak tak jauh dari sana. Aku pernah kesana dua kali sebelumnya. Tapi itu mungkin sudah sekitar 2 tahun yg lalu. Jadi aku tidak terlalu ingat lagi lokasinya. Aku pun bertanya kepada security di Papaya, dan bapak yg kutanyai menunjukkan arahnya. Kami hanya perlu berjalan lurus hingga sampai di Taman Barito. Patokanku adalah Taman Barito. Karena dari situ, hidden park tinggal beberapa langkah lagi. Setelah tiba di taman Barito, kami pun mencari jejak si hidden park dengan menggunakan Google Map. Dan ternyata kami hanya perlu menyeberang jalan untuk tiba disana. Taman Langsat yg awalnya berstatus hidden, sekarang sudah tidak lagi bersembunyi ternyata. Area taman yg dulunya tertutup tembok, kini tembok tersebut telah dibongkar dan jadilah sebagian areanya terlihat dari pinggir jalan raya. 

Kami masuk kedalam area taman tersebut dan mulai menuju ke bagian taman langsat yg masih tersembunyi. Kurasakan taman ini semakin tidak terawat dari terakhir kali aku berkunjung kesana. Kurang bersih, kurang rapi dan banyak fasilitas yg sudah rusak. Contohnya adalah ayunan yg kumainkan dulu bersama Wiwit, kini sudah reot. Tong sampah juga terlihat tidak terawat. Bangku taman yg dulu cantik, kini sudah mulai tak terpelihara. Sungai yg ada juga semakin tidak terawat. Airnya keruh dan masih kotor. Benar-benar mengecewakan. Tapi walaupun demikian, kulihat masih ada warga yg duduk-duduk dan menikmati taman tsb. Sayang sekali sebenarnya, karena taman langsat adalah sebuah taman yg sangat asri dan luas sekali. Kami menelusuri jalanan yg kerap dijadikan jogging track oleh para runner. Setelah menemukan spot yg lumayan oke untuk foto-foto, jadilah kita narsis di taman itu untuk waktu yg lumayan lama. Ko Adri hanya melihat dan duduk santai di bangku taman. Mungkin ia mulai lelah ya.. Hehehe. 

Kami bertiga seru-seruan foto-foto dengan beraneka gaya. Cince dan Njo yg paling semangat untuk foto-foto. Mereka foto sambil gaya loncat-loncatan. Aku yang tukang jepretnya aja, sampai kelelahan. Gak kebayang mereka berdua yg loncat-loncatan gimana capeknya. Tapi overall, saat-saat kita bersama-sama di taman tersebut sungguh menyenangkan. Bisa menikmati sebuah hiburan gratis di tengah alam yg asri, sungguh menjadi oase yg menyejukkan. Masih berada di tengah kota Jakarta, tapi terasa seperti sedang berada di hutan yg jauh dari hiruk pikuk kota metropolitan. Itulah Taman Langsat. Taman ini kuharap kedepannya bisa dipelihara dan dijaga keasriannya dengan lebih baik oleh pemerintah kota Jakarta. Fasilitas yg sudah reot dan mulai kotor semoga segera diperbaiki. Aku ingin sungainya juga jadi lebih bersih. Jangan sampai tercemar parah seperti ini. Hutan miniatur ini juga semoga kedepannya lebih tertata rapi dan indah. Sehingga banyak warga yg semakin betah menghabiskan waktu berlama-lama untuk sekedar bersantai bersama keluarga, teman, pasangan ataupun untuk berolahraga.

 This is Taman Langsat, with its natural beauty atmospire
Hidden park in Jakarta

 Cince in Action!

 Njo yg bergaya dalam jepretan kamera

 Ciatttt...!!!
Goku versus Chun Lee

Camera ready..
Roll..
Action..!!

Kami menghabiskan waktu sampai kira-kira pukul setengah 4. Hujan rintik-rintik kembali turun. Kami segera kembali ke area terminal Blok M untuk mengantar Njo ke halte busway. Ia ingin melanjutkan perjalanannya naik bis transjakarta menuju destinasi yg lain. Kami berpisah dengan Njo, kemudian mampir di Mall Pasaraya untuk cari tempat nongkrong. Hujan deras pun turun. Kami akhirnya putusnya untuk kongkow sambil meneduh di Burger King yg ada di Pasaraya. Kami memesan menu french fries, Onion ring dan minuman untuk cemal-cemil kami disana. Kami bertiga ngobrol ngalor-ngidul sampai kemudian ada kabar dari adik Cince. Njo ternyata tidak jadi ke tempat tujuannya karena di halte busway sana hujannya deras. Dan untuk sampai ke tempat yg dituju Njo, jaraknya masih jauh dan mesti ditempuh dengan berjalan kaki. Karenanya, ia memilih tidak jadi ke tempat tujuannya dan kemudian kembali bergegas menuju Blok M dan berkumpul bersama dengan kami. Aseeekk.. Memang kayanya masih pengen ngabisin waktu berempat bareng Njo seharian ini. Kami merasa tidak ingin dilepaskan dari kehadiran Njo, yg membawa keceriaan dan kehangatan di antara kami. 

Kami pun lanjut ngobrol-ngobrol lagi. Kemudian karena hari sudah mulai magrib, dan waktunya buat mengisi perut lagi (padahal dari tadi juga udah makan mulu, hehe..), akhirnya aku pun mengusulkan ide buat makan hemat di Izakaya Kashiwa. Izakaya ini pernah aku kunjungi di sekitar awal tahun ini bersama mba As, seperti yg pernah kuceritakan di postingan sebelumnya. Izakaya ini hanya buka dari sore hingga malam. Dan semua makanannya dijual seharga 30K. Murah kan.. Karena konsepnya izakaya, makanya kebanyakan makanan yg disediakan hanya berupa makanan selingan dan teman untuk minum-minum.  Aku pun membuat reservasi dahulu via telepon sekitar jam setengah 6. Dan rencananya kami akan makan disana sekitar pukul 6 sore sembari menunggu kedatangan Njo sebentar lagi. Dan tidak lama kemudian, Njo pun tiba di Burger King. Kembalilah kami dengan format awal yaitu berempat. Yeayyy.. ^^

Kurang 15 menit lagi dari pukul 6 sore, kami segera melangkahkan kaki keluar dari Burger King. Hujan deras masih mengguyur Blok M sore itu. Jadilah kami basah-basahan menuju kesana. Setelah tiba di depan plang Kashiwa, kami segera naik tangga menuju kedainya yg berada di lantai 2. Kami disambut oleh pelayannya dan diantarkan ke meja kami. Cince pun suka dengan atmosfir Kashiwa yg diselingi oleh lantunan lagu Jepang. Kami memesan menu yg berbeda agar bisa saling sharing nantinya. Aku akhirnya pesan gyoza goreng, sementara Ko Adri memesan gyoza panggang. Cince memesan menu cumi-cumi dan lagi-lagi kurasa pesanan Njo yg paling mentereng, karena Tori Kaarage pesanan Njo tuh isinya lumayan banyak. Jadinya kenyanglah buat berempat. Hehehe..

 Gyoza Goreng

 Gyoza Panggang

 Tori Karaage

 Ika alias cumi, dengan saus mayonais
Walaupun sederhana, tapi rasanya enak lho..

Kami menikmati makanan dengan ditemani rintik hujan dan alunan lagu Jepang (ada selipan lagu Indonesianya juga sih kadang). Moment seperti ini benar-benar membuat kami betah dan ga pengen pulang rasanya. Aku seakan tidak ingin hari ini untuk berakhir. Rasanya pengen terus disana. Berkumpul dan ngobrol dengan kawan-kawan. Untuk sehari, melupakan rutinitas dan kesibukan pekerjaan. Melarikan diri dari rasa penat dan relax di Little Tokyo lebih lama lagi. 

 Wefie at Izakaya Kashiwa

Sayangnya, waktu sudah menunjukkan pukul setengah 8 malam. Kami masih harus menempuh perjalanan yg lumayan jauh, untuk kembali ke tempat kami masing-masing. Kami memutuskan untuk mengakhiri perjalanan kami hari itu. Kami berpisah dengan Njo di halte busway Blok M, lalu lanjut pulang naik bis jurusan Blok M-Bekasi. Untungnya bisnya masih ada dan kami masih dapat tempat duduk. Jadi kami bisa pulang dengan nyaman sembari istirahat di dalam bis. Kami tiba di bulak kapal sekitar pukul setengah 11 malam. Bisnya soale tadi ngetemnya lumayan lama dan jalanan padat merayap karena hujan. Kami berpisah satu sama lain dan akhirnya menuntaskan petualangan kami hari itu keliling Blok M dengan hati yg bahagia dan puas banget. Makasih banyak buat Cince, Njo dan Ko Adri yang udah berbagi cerita, keceriaan dan kehangatan hari ini. Semoga nanti di postingan berikutnya, aku bisa share cerita perjalanan bareng kalian lagi ya..

Arigatou gozaimasu minna..

Let’s have fun again in the future.. ^0^
*photo credit @chyntiaw14

Bonus:
Berkreatifitas dengan kumpulan foto loncatnya Njo dan Cince
Setelah di combine, jadinya malah kocak lho, hehe..


Love,

Relax In The City (Part 1)


“Butuh escape sesaat nih..” Itu yang aku pikirkan sekitar akhir November lalu. Hingga pada akhirnya, aku dan partner in crime sekantorku, Cince memutuskan untuk mengambil cuti sehari dalam rangka sekedar melepas penat dari rutinitas pekerjaan. Jadilah pada hari Kamis tanggal 08 Desember lalu, kami escape ke daerah Little Tokyo di Blok M untuk jejepangan bareng. Kami juga mengajak teman kami lainnya, Ko Adri untuk sama-sama pergi bertualang. Beruntungnya dia juga masih punya jatah cuti, jadinya pagi itu kami akhirnya bisa jalan-jalan bareng.

Kami janjian di Bekasi Timur jam setengah 8. Rencananya kita akan berangkat bareng dari sana naik bis yg menuju Blok M. Ko Adri tenyata tiba lebih pagi dari jam kita janjian. Malah aku sebagai penggagas yg datengnya telat banget. Huaa.. Sorry ya Ko for letting you down that time. Kami menunggu bis lumayan lama, sampai akhirnya sekitar hampir jam 9, bis jurusan Blok M pun melintas. Jalanan lumayan ramai lancar. Kami akhirnya tiba di gedung Sumitmas 1 untuk memulai petualangan kami yg pertama, yaitu menuju Japan Foundation.

Japan Foundation

Setibanya di sana, kami menitip KTP kami untuk ditukar dengan id card. Setelah itu, kami mulai menuju ke lantai 2, tempat dimana perpustakan dan pusat informasi seputar pariwisata dan pendidikan Jepang berada. Adik Cince yg bernama Njo, akan menyusul kami dari tempat tinggalnya di Jakarta. Pertama-tama kami masuk ke area perpustakaannya yg tertata rapi dan sunyi. Memang disana, pengunjung dilarang berisik untuk menghormati pengunjung lain yg sedang konsentrasi membaca. Kami mengitari area perpustakaan sambil pastinya selfie-selfie juga, hehe.. Perpustakan JF sangat lengkap dengan koleksi buku-bukunya. Kami juga menemukan komik Doraemon asli dari Jepang. Setelah puas mengitari area perpus dan silent selfie, kami mengunjungi bagian depan dari pusat informasi pariwisata Jepang. Disana banyak tersedia brosur-brosur mengenai travelling ke Jepang. Ada brosur panduan objek wisata yg menarik di Jepang, Japan Railway Pass, brosur Tokyo Disneyland juga ada. Huah, semangat bangetlah jadinya pas liat brosur-brosur itu. Kemudian kami duduk sebentar di area lounge sambil menunggu Njo yg hampir tiba. Tidak lama kemudian bertemulah kami dengan Njo. Lalu kami menelusuri lantai 3 yg masih jadi bagian dari JF. Kami melihat ada apa saja di lantai 3, dan ternyata di lantai 3 tersebut terdapat office untuk JF sendiri. Tidak banyak yg bisa kami lakukan disana. Kami kembali menginjakkan kaki ke lantai 2, kemudian mengintip area galeri. Di area galeri ternyata sedang tidak ada kegiatan apa-apa pada hari itu. Tapi kami sudah lumayan puas bisa foto-foto dan mengambil beberapa brosur untuk kami bawa pulang. Setelah itu, kami keluar dari gedung dan melanjutkan perjalanan kami ke tempat selanjutnya.

Area Perpustakaan Japan Foundation di lantai 2
First place that we were visited that day.
Silent, please..

 Selfie ajah dulu

Cince in Action! 

 Wefie bersama komik Doraemon..

 Wefie lagi ah..

 Wefie di area tengah perpustakaan JF
Ada bangku panjang buat nonton TV lho..

 Selfie di area lounge Japan Foundation

 Selfie ajah sembari menunggu Njo tiba..

 Japan Foundation in Sumitmas 1 Building 
A place for you to get tons of information about Japan

Cince akhirnya ditemani oleh adiknya, Njo
Nice to meet you, Njo.. ^^

Nijyumaru Restaurant at Little Tokyo

Siang itu hujan rintik-rintik mulai membasahi daerah Blok M. Kami naik kopaja 19 menuju terminal Blok M. Di tengah rintik hujan, kami melangkahkan kaki mencari tempat makan yg enak di daerah Little Tokyo. Setelah muter-muter liat beberapa resto Jepang, akhirnya kami putuskan makan di Nijyumaru. Restoran Jepang disana banyak yg masih tutup karena hari masih siang. Mungkin nanti malam baru ramai, ketika jam orang-orang Jepang ekspatriat pada pulang kantor. Kami sudah liat sekilas daftar menu berserta range harganya, dan kami rasa untuk perjalanan yg cuma sesekali ini gapapalah untuk makan-makan yg lumayan fancy. Kami berempat kemudian meyakinkan diri untuk masuk ke dalam restoran dan segera ada seorang pelayan yg menyapa kami. Aku seakan terhisap ke dalam mesin waktu dan merasakan ambiance seperti sedang berada di Jepang dan bukan di Jakarta. Suasana ini yg aku rindukan untuk kurasakan kembali. Yang lainnya juga merasakan sensasi yg sama. Jangan-jangan pas kita keluar nanti, ga ada lagi tuh warung nasi padang yg jual nasi kapau. Kaya yg kita liat di seberang jalan tadi, hehe.. Begitu gurau kami. Kami memilih tempat duduk di area reguler. Sebenarnya lebih enak yg area privat, tapi kata mba pelayannya ada biaya charge-nya lagi. Kami diantar ke meja kami dan aku tidak menyadari kalau tempat duduknya itu berbentuk bangku. Aku sekilas liat bentuknya rata aja seperti tatami yg lengkap dengan bantalnya. Akhirnya aku kepeleset dan jatuh deh, Huahh... Itai..

Lalu kami mulai melihat-lihat makanan di buku menu yg ditulis dalam bahasa Jepang dan romaji. Ko Adri memilih menu buta (pork) dengan tumis sayuran kimchi. Aku juga memilih menu buta yg disajikan dengan tumis sayuran toge dan kubis. Cince memilih menu salmon sedangkan Njo memilih menu rolade daging dengan sisipan keju. Kami berempat sama-sama memilih menu paket komplit. Yang artinya, dalam menu kami tersebut, nantinya disajikan lengkap dengan nasi, salad, miso dan dessert. Harganya pun bervariasi. Tapi rata-rata pesanan kami berkisar antara 90k - 120k (sudah termasuk PPN dan Biaya Service). Kami lantas dihidangkan ocha dingin yg bisa di refill sepuasnya sembari menunggu pesanan datang. Ocha ini tidak dikenai charge, alias gratis lho. Kami juga diberikan handuk hangat yg wangi, untuk mencuci tangan sebelum makan. Service yg diberikan dan ambiance yg dihadirkan, menurutku setimpal dengan harga yg kami bayarkan. Kami sempet selfie-selfie kaya lagi dirumah sendiri lho, sembari nunggu pesanan kami datang. Kami beruntung karena hari masih siang, jadi pengunjungnya baru kami aja, makanya kami bebas foto-foto disana-sini. Walaupun sempet ga enak juga karena sampe diliatin sama pegawai restorannya juga, hehe.. 

 Penampakan dalam dari restoran Nijyumaru @Melawai, Blok M

 Ocha dingin yg bisa di refill dan handuk hangat

 Wefie format komplit

 Frames of our selfie look

 Njo in oldies-Japan style

 Cince in Action again..!!

Setelah itu salad pun mulai hadir di meja kami. Kemudian menu utama kami pun satu per satu datang. Hal pertama yg dilakukan adalah jelas narsis dulu. Mengabadikan moment langka ini dalam jepretan lensa kamera. Foto makanannya lalu foto kita bareng-bareng. Kemudian saatnya deh untuk memuaskan perut kami yg sudah keroncongan dari tadi. Keadaan jadi mendadak sunyi karena kami fokus menikmati makanan kami masing-masing, haha.. Lalu kami saling bertukar makanan, mencicipi menu satu dengan lainnya. Makanan pilihan Cince bener-bener high recommendation. Karena daging salmonnya benar-benar lembut di lidah dan rasanya juga enak. Aku dan Ko Adri sama-sama suka dengan daging buta nya. Rasanya enak dan sama sekali udah gak berbau pork. Menu pilihan Njo yg paling menarik untuk dilirik. Potongan beef-cheese roulade nya berukuran lumayan besar disertai gunungan salad, membuat menu Njo terlihat sangat eye catching. Kami makan dengan gembira dan perut kami pun kenyang poll. Tak lama setelah makanan kami mau habis, dessert yg hampir kami lupakan, tiba-tiba hadir di atas meja kami. Es jeruk yg segar memanjakan lidah kami. Benar-benar paket komplit jadinya makan siang kami kali ini. 
Hontou ni ureshidesu ne.. ^^

Salad sebagai menu pembuka

 Menu daging pork dengan tumis sayuran

 Menu salmon pesanan Cince
Enyaaaaak banget lho salmonnya..

 Huaaahh.. Oishidesu..!!

Jangan ngiler ya.. :p 

We completed our Japanese cuisine series with something fresh. 
STRESSED is DESSERTS (spelled backwards)

Setelah selesai makan, kami minta bill kami kepada mba pelayannya. Sekalian juga minta tolong difotoin berempat. Kami menyelesaikan pembayaran dan sebelum keluar pintu, lagi-lagi kami narsis di depan papan resto yg bertuliskan Nijyumaru. Kami foto-foto sebentar sambil mengenang lagi moment makan kali ini yg sangat berkesan. Restoran Nijyumaru telah memberikan pengalaman baru dalam menjajaki secuil Jepang lewat sentuhan rasa yg otentik di lidah.

Arigatou Nijyumaru..

Setelah ini kami mau lanjut lagi jalan-jalannya, tapi kemana ya?
Ayo, kawan ada yang bisa tebak?

To be continuous to part 2..
*photo credit @chyntiaw14

Love,

Rabu, 09 Maret 2016

Jejepangan lagi di Izakaya Kashiwa @ Jakarta Little Tokyo


Sabtu, 13 Februari 2016 kemarin, aku dan Mba As kembali ngebolang ke Little Tokyo. Tiba-tiba aku kangen makan okonomiyaki disana. Sekalian ngerasain suasana Little Tokyo lagi. Kangen.. Kemudian setelah browsing-browsing, ketemulah satu tempat makan yang kental dengan sentuhan suasana Jepang (baca:banyak orang Jepangnya), selain itu makanannya juga bercita rasa otentik, dan tentunya harganya juga pas di kantong. Nama tempat makan itu adalah Izakaya Kashiwa.

Izakaya yang berarti sejenis bar/pub Jepang, mengisyaratkan tempat itu adalah tempat nongkrongnya orang-orang Jepang untuk sekedar minum-minum dan makan ringan. Menurut blog-blog yg aku baca, Kashiwa ini tempatnya nyempil di antara bangunan-bangunan yg ada disana. Letaknya ada di lantai 2, di atas restoran Echigoya Ramen. Dan benar saja, ketika kami sampai, kami berasa seperti sedang berada di Jepang, di sebuah kedai kecil yg berada di gang-gang sempit di kota Tokyo. Aroma ruangannya juga Jepang banget. Ornamennya di dindingnya itu tulisan Jepang semua. Furniturnya juga rata-rata berbahan kayu. Tapi pelayannya masih orang indo kok kawan, jadi tenang aja, mba pelayannya pasti siap bantuin kita dalam mengorder pesanan kita. Oya, yg paling menarik dari kedai ini adalah semua harga makanannya dihargai 29.800 rupiah saja, atau kalo dibulatkan dengan taxnya jadi sekitar 30ribuan saja. Murah kan. Ya, beberapa makanan mungkin terasa murah, tapi beberapa juga bisa jadi overpriced. Jadi, bijaksanalah dalam memilih menu makanan ya. Kalo dari blog-blog yg aku baca, untuk makan disana sebaiknya kita reservasi lebih dahulu, apalagi disaat weekend seperti ini, pasti bakal full dan kita gak kebagian tempat duduk. Maka aku melakukan reservasi dulu lewat telpon, untuk 2 orang di jam setengah 7 sore. Kedai ini memang buka pada malam hari saja. Dari jam setengah 6 sampai jam setengah 12.

Kembali ke cerita jalan-jalanku, aku ketemuan sama Mba As di underpass terminal Blok M. Sekitar pukul setengah 4 sore aku tiba disana. Kami duduk-duduk dan minum di foodcourt kemudian berkeliling Blok M Square. Setelah waktu menunjukkan pukul 6 seprapat, kami segera bergegas mencari letak Kashiwa berada. Karena kalo reservasi gitu, sistemnya kita dikasih toleransi waktu selama 15 menit aja. Kalo telat lebih dari itu maka meja akan diberikan kepada pelanggan lain. Aku hanya punya gambaran letaknya dari hasil browsing. Penampakan dari luar hanya ada plang kayu kecil bertuliskan nama restoran “Kashiwa”. Terus ada tangga yang mengarah keatas, menuju ke letak kedai tersebut berada. Kami berjalan keluar dari blok M square menuju ke arah Sevel, kemudian belok ke kiri. Restoran ini berada sejejer dengan Golden Butik Hotel, dan letaknya di atas Echigoya Ramen. Begitu ketemu plang Kashiwa, kami melihat ada buku menu bertuliskan 28,900++ didepan kedai. Yap, tidak salah lagi, ini pasti tempatnya.

Kami naik ke lantai atas, kemudian pintu dari sebelah kiri pun terbuka. Para pelayan mengucapkan selamat datang dan kami juga ditanyakan apa sudah reservasi sebelumnya. Setelah menyebutkan nama, kami dipersilahkan duduk di bangku yg tidak jauh dari pintu masuk berada. Saat itu, sudah ada para jepun sedang ngobrol-ngobrol sambil minum di bangku tatami. Ada juga orang Indonesia yang makan disana. Meja tatami diisi oleh kumpulan orang Jepang yg sedang minum-minum, sementara meja standard dipenuhi oleh pengunjung umum. Padahal pengen juga nyoba tatamian ya. Tapi gagapalah, bisa ngerasain suasana makan seperti di Jepang aja, udah seneng banget. Sepanjang makan kita ditemani lagu-lagu Jepang, kaya lagu Mirai e, trus OST Anchor Woman yg aku lupa judulnya apa, OST Samurai X dll. Ada juga sempet nyempil lagu dangdut sih. Hmm.. mungkin orang Jepang juga doyan dangdutan kali ya, wkwkwkkw.. Aku memesan maguro sashimi (tuna) serta kaisen okonomiyaki dengan tambahan saus dan mayonnaise. Penasaran pengen nyobain sashimi disini. Okonomiyaki nya juga banyak direkomendasiin oleh para blogger sebab katanya porsinya lumayan gede, lapisannya tebel dan rasanya enak pastinya. Dan ketika si okonomi datang, memang beneran kaya apa yg mereka bilang. Okonomi disajikan di atas hot pan kaya pizza. Sudah dipotong-potong jadi 8 bagian pula. Isian potongan guritanya juga banyak dan taburan katsuboshinya pun juga melimpah. Lebih enak lagi karena ada tambahan saus dan mayonaisnya. It’s so gooood… 

Liat buku menu, banyak banget menunya. XD

 Semua menu ditulis dalam bahasa Jepang dan Inggris
Tapi mba pelayannya siap ngebantu kalo ada yg mau ditanyain kok

Kaisen Okonomiyaki, umaaaaai...
Tebel dan potongan guritanya banyak banget

Kalo sashiminya sendiri terdiri dari 5 potong tuna dengan ukuran tidak terlalu besar. Rasanya tidak terlalu amis, jadi aku masih bisa nelen. Cukup enak dan kenyal kaya makan ager-ager. Jadi paslah kalo menurut aku. Makan 5 potong tapi udah berasa cukup bagiku. Lidah lama-lama berasa amis. Itu juga udah dibantu sama kecap asin dan cabe bubuk. Ada juga wasabi yg bisa jadi cocolan buat si sashimi. Tapi wasabi ya begitu deh kawan, sedikit aja dimakan tapi baunya nyegrak banget sampe ke hidung.  Sementara mba As, memesan menu Gyuniku Enokimaki yg aku rekomendasiin. Kata blogger, menu ini juga favorit disana. Jadi menu yg panjang namanya itu ya intinya jamur enoki di bungkus sama beef (gyu) dan diberi saus seperti saus teriyaki. Tapi kayanya next time kalo mau pesen lagi, mesti bilang supaya masaknya jangan terlalu asin. Sebab setelah dicoba, standardnya memang asin banget. Berikutnya mba As juga memesan menu oreno shioyakisoba (lupa difoto, hihi), yang setelah dicoba ternyata rasanya lumayan Indonesia. Mirip mie ayam gitu, cuma pake potongan kentang dan daging ayam. Aku suka sekali dengan nuansa Kashiwa, karena walaupun tempatnya kecil dan nyempil tapi tertata rapi dan tamu-tamunya kebanyakan orang Jepang. Jadi lumayan bisa buat cuci mata kan, Pokoknya serasa lagi di Jepang, euy..

Maguro sashimi yg menawan

Gyuniku Enokimaki 
Jamur enoki berselimutkan daging beef

 Suasana Kashiwa yg kental dengan funitur kayu
Ada meja kayu standard dan meja tatami
Meja tatami terletak di sebelah kiri
Banyak orang Jepang yg sedang minum dan ngobrol santai disitu

Para pengunjung menikmati makanan dan suasana di Izakaya Kashiwa 
Di sebelah kiri cubicle-cubicle tatami tersedia

 Para pelayan sigap menerima pengunjung dan melayani pesanan.
Apalagi di saat weekend seperti ini, resto begitu ramai. Reservation is a must!
Di sebelah kanan tersedia rak buku, majalah dan komik yg boleh dibaca oleh pengunjung

Menu makanan disana banyak sekali jenisnya, dari sashimi, udon, teppan, dessert dll. Tipikal jenis makanan ringan sebagai pendamping untuk minum-minum. Aku udah persiapan searching-searching dulu menu makanan yg favorit disana, jadi pas mau order udah tau apa yg pengen dipesen. Oya, minuman ochanya yg seharga 5000 saja juga lumayan kok. Gelasnya lumayan gede lho. Tapi sepertinya tidak bisa refill. Kalo minuman jus dan softdrink dihargai sekitar 15 ribu. Sementara untuk minuman berakoholnya baru tuh mahal-mahal. Ada yg harganya hampir cetiauw lho. Memang konsep mereka kan izakaya, atau semacam bar Jepang gitu. Jadi memang ditujukan untuk orang-orang Jepang yg abis pulang kerja trus mau minum-minum. Pengunjung yg datang kemarin banyak juga orang Indonesianya. Tapi perlu diingat sekali lagi, kalo mau makan disini sebaiknya reservasi dulu ya by phone, karena kalo yg on the spot gitu biasanya ga dapet tempat duduk, terutama di saat weekend. Jadinya mereka mesti balik lagi sekitar setengah jam untuk medapatkan tempat yg kosong. Kami makan dan ngobrol-ngobrol sampai tidak terasa hari sudah lumayan malam. Waktu hampir menunjukkan pukul 8 malam. Akhirnya karena aku udah gak kuat ngabisin si okonomiyaki, mba nya menanyakan apakah ingin dibungkus untuk dibawa pulang. Yoweslah aku bawa pulang aja, lumayan soalnya masih sisa tiga slices. Hehe..

 Nita, ganbatte ne..
Ayo, kamu pasti bisa ngabisin..

Harga yg dibayar menurutku worthed ya, mengingat makanannya enak dan tempatnya yg cozy. Dengan total kerusakan 149k untuk dua orang, kami dikenyangkan dengan 4 piring makanan seharga masing-masing 30k serta 2 gelas ocha dingin seharga 5k per gelas. Selain tax, kami juga dikenakan service charge sebesar 6k, seperti restoran Jepang pada umumnya. Kami pulang dari izakaya dengan pengalaman baru yg berkesan. Habis dari izakaya, kita mampir lagi lesehan di depan blok M square buat makan es buah. Buat ngilangin amis di mulut nih. Kesanku makan di izakaya Kashiwa itu asik, nyobain okonominya yg super ngenyangin, jadi kepikiran pengen kesana lagi deh kapan-kapan. Soalnya masih banyak makanan enak yg pengen aku cobain. :D

Kashiwa, a place to feel authentic Japan ambience
Arigatou na.. ^^

Izakaya Kashiwa
Jl. Melawai 8 No. 2A
Lt.2, di atas Echigoya Ramen
Area sekitar Blok M Square
Jakarta Selatan
021-7396063

Salam Jajan,
  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...