Tampilkan postingan dengan label ennichisai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ennichisai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2016

Jelonk-Jelonk di Ennichisai 2016


Sabtu, 14 Mei 2015 lalu, Jelonk-jelonk kembali ngumpul di acara Ennichisai 2016. Aku berangkat jam 9 dari Cikarang city menuju Blok M, tempat acara tersebut diadakan. Di perjalanan yg amat panjang itu, aku kembali melatih naluri alamiahku yang memang suka bertualang. Dan dari perjalanan yg amat panjang itu aku belajar bahwa jangan lagi nunggu bis 121 di terminal cikarang kalo mau cepet nyampe Blok M. Lebih baik tunggulah di pintu jababeka. Berbalut baju kuning, rok pendek dan stocking hitam yg udah lama tidak tersentuh, aku menanti perjalanan seperti apa yg akan kulalui hari ini. Aku tiba di terminal Blok M sekitar pukul setengah 1 siang. Kawasan Melawai sudah ramai oleh kumpulan pengunjung, cosplayer yg seliweran dan tentu saja para selfier.

Aku bertemu dengan kawan-kawanku tidak lama setelah itu. Sang SPG jadi-jadian ini merasa senang karena bisa ngumpul lagi dengan grup jelonk-jelonk setelah terakhir kali bertemu di acara Riomotret tahun lalu. Pertemuan ini bertujuan untuk kumpul kangen dan have fun serta dilatar belakangi alasan “butuhpiknik”.  Aku pun pengen dandan yg keceh ala-ala CKG 48 gini (illegal sistergroup of JKT 48 from CiKaranG) ga tau asalnya dari mana. Pengen eksis aja kayanya, secara udah agak lama ga maximum effort in fashion. Hehehe...

Kami makan siang di pujasera yg terletak di dalam mall blok M. Iga menjadi pilihan di siang itu. Ada iga bakar dan sop iga. Yummy.. Setelah kenyang, aku mampir ke kamar mandi untuk rapi-rapi sebentar. Dan ternyata ruangan tsb sudah berubah menjadi ruang para cosplayer bersiap-siap untuk beraksi. Kalo ga lagi ada acara gini, liat banyak tokoh anime seliweran di dalem wc, bisa bingung dan kaget aja. Masuk ke dunia mana aku ini. Hahaha..

Jelonk-Jelonk in Yellow and Pink.
Tema kuning ini request-an dari aku karena terngiang-ngiang Koro Sensei.
#ninolover #promoVIT

Kami mulai jalan-jalan di area blok M sambil selfie untuk mengabadikan moment tsb. Teman Riny pun akan datang menyusul kami. Kemudian mba As dan mba Rima ijin ke mushola untuk menjalankan ibadah sholat. Aku ikut jalan-jalan di arena Ennichisai bareng Riny dan temannya, Cindy. Disana aku hanya sekedar jalan-jalan tanpa membeli apa-apa. Keramaian dan bentukan acaranya tidak berbeda dari tahun-tahun lalu. Ada banyak stall makanan, jualan pakaian dan souvenir berbau Jepang. Cindy sempat ikut lomba lari sprint yg diadain sama stan Pocari Sweat. Tahun lalu juga Pocari mengadakan lomba, yaitu dancing ala JKT48. Jadi inget tahun lalu, saat aku dan Riny ikutan nari dan kalah poin oleh dua cowok. Mengenaskan.

Setelah selesai jalan-jalan, kami menyusul mba As dan mba Rim dilantai atas. Kami berlima berkumpul dan ngobrol-ngobrol. Tidak lupa tentu selfie juga. Tak terasa sudah hampir jam 6. Aku harus segera pulang karena perjalanan yg masih amat jauh menuju tempat tinggalku. Mba As dan Mba Rima juga ikut pamit untuk sholat dan lanjut nonton. Riny masih nongki disana sambil menunggu Cindy selesai makan. Kami berpisah satu sama lain. Aku beruntung karena bisa segera mendapat bis 121 yg menuju Cikarang. Aku sampai di rumah sekitar pukul setengah 10. Dalam perjalanan pulang, aku pun ngobrol dengan kenalan yg sebangku di bis serta mendapat insight baru. Hari ini bisa berbincang dengan orang baru dan mengambil pelajaran hidup dari mereka adalah pengalaman yg berharga. Perjalanan ini seperti getting charged back. In a journey, you never know whom you will meet later and what you may get along the way. So just enjoy the journey itself! ^^

Jelonk-jelonk berkumpul kembali di sore harinya.

Jelonk-jelonk bersama Cindy, the runner girl.
Hajimemashite Cindy-chan..

Ariagou minna san..
Ureshidesu! ^^


Love,

Minggu, 09 Agustus 2015

Ennichisai dan Europe On Screen 2015



Ini adalah ceritaku saat mengunjungi event Ennichisai dan Europe On Screen 2015 tanggal 09 Mei 2015 lalu. Seperti tahun lalu, tahun ini pun venue EOS 2015 yang aku incar adalah yang diadakan diadakan di Erasmus Huis. Selain karena lokasinya yang sudah familiar, juga mungkin bisa menikmati wine gratisan lagi. Hehehe. Aku kali ini akan pergi dengan Mba Asni serta Rini. Paginya sebelum berangkat, kawanku memberi info bahwa bakal ada Ennichisai juga hari itu di Blok M. Jadilah kita dadakan mampir ke Ennichisai dulu sekalian ketemuan sama mba As di Blok M. Rini yang sudah sampai di Erasmus jadi ikut ketemuan juga di Blok M. Nunggu TJ ke Blok M nya katanya lama banget. Udah gitu mesti jalan lewatin halte busway yang panjang banget di Semanggi itu. Maap ya telat infoinnya Rin. Soalnya idenya juga dadakan. Setelah proses cari-carian dan akhirnya ketemuan juga di blok M, kami langsung menelusuri jalanan di Blok M Square yang sudah dipenuhi oleh lautan manusia. Banyak banget yang dateng, as usual. Para pecinta Jepang baik budayanya seperti cosplay, J-music, pecinta makanan Jepang maupun yang cuma datang hanya untuk melihat-lihat, tumpah ruah memenuhi jalanan di sepanjang gang Melawai tersebut. Aku ingin nyoba games nari-nari ala JKT48 yang kebetulan diadakan oleh booth Pocari Sweat. Dengan membeli produk pocari sebesar 15 ribu, kita akan mendapat kesempatan bermain games dance JKT48 satu kali. Lumayanlah, lagian emang kita juga lagi pada haus, habis jalan kaki menerjang lautan manusia disana. Aku dan Rini, kita berdua berusaha mengikuti gerakan tari dari lagu Heavy Rotation sebisanya. Dan hasilnya nilai kita ternyata lebih kecil daripada dua cowok yang ikutan games ini sebelumnya. Hahaha.. Jadi malu dah kalah dari cowok. Tapi gapapalah, yang penting seru..


Arak-arakan mikoshi

Rame beud..
Mau jalan ajah susahnya minta ampun

Habis dari games, kita lanjut makan siang di pujasera yang ada di dalem Blok M Square. Disana kita cerita-cerita tentang kabar masing-masing. Habis itu baru deh lanjut ke acara utama yaitu EOS 2015. Kami naik kopaja 66 lalu turun di depan kedutaan India yang samping-sampingan dengan gedung Erasmus Huis. Kami tiba di gedung Erasmus sekitar pukul setengah 4 sore. Kemudian langsung menuju ke dalam gedung melewati serentetan pemeriksaan dulu. Di dalam, kami bertanya tentang pemutaran film yang akan diputar dalam waktu dekat. Dan untuk film selanjutnya yg akan diputar adalah film program animasi. Sang sutradara juga akan hadir dalam sesi tanya jawab di akhir pemutaran film. Wow, sepertinya menarik. Film akan diputar pukul lima sore, sementara sekarang masih pukul empat. Akhirnya kita keliling sambil foto-foto di taman belakang. Aku menemukan papan-papan yang menggambarkan wujud kota tua setelah dilakukan pengembangan. Kota tua akan menjadi pusat hiburan sekaligus budaya. Kerenlah kalau liat gambaran masa depannya. Mudah-mudahan bisa terealisasi yak.

Foto-foto dulu sembari nunggu filmnya dimulai

Rancangan Kota Tua di masa mendatang






Pukul lima kami pun masuk ke dalam ruang teater. Sebelumnya masuk, kami memberikan tiket yang sudah kami ambil di awal kedatangan. Program animasi tersebut terdiri dari beberapa film pendek. Ada film tentang anak-anak, kisah cinta remaja, kisah penuh humor, sampai cerita yang agak boring dan nggak ngerti maksudnya apa. Hehehe.. Aroma cerita yang kental dg erotisme, sadisme dan pembunuhan pun juga ada. Memang banyak orang dewasa yg komplain dalam sesi tanya jawab setelah menonton film ini. Karena mereka pikir ini adalah film animasi untuk anak-anak sehingga tidak apa-apa membawa anak mereka untuk menonton film tersebut. Tapi kemudian dijawab oleh sutradara bahwa di program animasi ini memang tidak menyebutkan bahwa untuk anak-anak saja. Karya independen dari para animator eropa ini telah mendapatkan pengakuan di negaranya. Dari sudut pandang orang sana, semua hal yg ditampilkan ini mempunyai nilai artistik dan sinematografi yang bagus. Ide-ide yang gak biasa itulah yg membuat film pendek tersebut bisa meraih penghargaan disana. Nah mungkin si sutradara jadi punya pikiran bahwa pandangan kita aja yg terlalu sempit dalam memandang film-film mereka. Karena mereka kemudian mengilustrasikan apakah film-film box office yg biasa kita tonton seperti avegers juga gak ada kekerasannya. Ada juga kan. Ya kalau aku sih jujur kurang menikmati pas ada cerita yg berisi sadisme dan erotisme. Alurnya juga gak bisa dicerna oleh otakku. Cerita yg berbau vulgar juga aku rasa kurang cocok untuk ditonton anak-anak. Tapi aku menikmati film pendek yg alur ceritanya lucu banget dan unik. Padahal filmnya cuma beberapa menit tapi kocaknya minta ampun. Film Eropa memang menawarkan sudut pandang yg berbeda dari film barat yg biasa kutonton, dan disinilah letak pengetahuannya. Selesai dari nonton film, kami segera meninggalkan gedung untuk pulang. Aku mau menginap di kosan Mba As, sementara Riny pulang ke rumah. Petualangan hari ini begitu menyenangkan. Aku harap kita bakal ngebolang lagi ke tempat yg lebih asik nantinya.

Pas mau pulang menuju kosan Mba As, kita mampir lagi untuk makan malam di Blok M
Trus nonton lagi acara ennichisainya sekilas, skalian beli takoyaki disana

Sampai malam pun, kita masih bisa melihat mikoshi diarak keliling Blok M Square



Arigatou,

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...