Selasa, 17 Januari 2017

Singapore, Aku Kembali (Day 3: Part 2 & Day 4)

Senin, 17 Oktober 2016 (Part 2)
Hari sudah menuju sore. Perjalanan menuju Garden By the Bay ini dimulai ketika kami keluar dari Bayfront Station. Lalu lanjut kami jalan kaki menuju Garden By The Bay. Disana tersedia loket untuk membeli tiket kendaraan untuk menuju Cloud Forest. Karena kaki udah pegel banget, dan ga kuat lah klo mesti jalan kaki lagi, akhirnya kami beli juga itu tiket. Biaya untuk naik mobil pp dari pintu masuk ke cloud forest adalah 3 dolar per orang. Kami juga menanyakan mengenai cara untuk naik ke OCBC Skyway (8 SGD). Sayang sekali, Senin itu OCBC-nya sedang dalam maintenance. Jadi kita ga bisa naik untuk lihat pemandangan Garden By the Bay dari atas jembatan. Yahhh, we’re not so lucky that day. Tapi mas petugas yg ramah itu ngasih tau kami, bahwa nanti malem bakal ada light show dari Supertree Groove yg bernama Garden Rhapsody. Wah, lumayan tuh. Kan keren bisa liat pertunjukkan cahaya yg dipadukan dengan musik. It must be great! Pertunjukkan akan dimulai pukul 07.45 dan akan berlangsung selama 15 menit. Jadi gak kecewa-kecewa amatlah udah jauh-jauh kemari. 

Kemudian kami segera menaiki mobil, lalu diantar sampai menuju cloud forest. Biaya untuk masuk ke cloud forest dan flower dome adalah sekitar 32 SGD kalau tidak salah. Kami hanya duduk-duduk di terasnya untuk merilekskan pinggang dan kaki kami. Kami menikmati pemandangan dari halaman cloud forest sambil ditemani semilir angin. Enak bangetlah, apalagi sambil boboan, hehe.. Aku liat banyak yg duduk-duduk santai di sekitaran Garden By the Bay. Ada yg lagi sepedaan juga, ada juga yg lagi jogging. Aku nyemilin coklat aja lagi untuk menambah energi biar kuat jalan sampai malam. Setelah puas leyeh-leyeh ditemani semilir angin, kami segera menuju bagian ikon utama dari Garden By The Bay, yaitu Supertree. Jaraknya tidak begitu jauh dari Cloud Forest, jadi bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Habis itu kami leyeh-leyeh lagi di hamparan rumput yg ada di depan Supertree. Kulihat di dalam salah satu supertree, ada lift yg menghubungkan kita supaya bisa naik ke OCBC Skyway. Tapi kan lagi tutup ya, sayang banget. Kami akhirnya puas-puasin berfoto di depan Supertree Groove. Lalu karena dirasa waktu masih lama sampai menuju pukul 07.45, kami putuskan untuk menuju ke Haji Lane dulu. Tempat ini adalah salah satu tempat yg direkomendasikan oleh bapak yg kami temui tadi di City Hall.

Welcome to Garden By The Bay

Supertree Groove




Suka banget foto-foto di depan Supertree ini
Berasa jadi liliput, hehe..

Di tengah perjalanan keluar dari area Garden By The Bay, kami melihat ada satu jembatan yg sangat bagus buat dijadiin latar foto-foto. Banyak view menarik yg bisa dijadikan background foto. Ada gedung MBS, Singapore Flyer, juga ada danau yg indah. Aku dan Lisna, menghabiskan waktu berfoto-foto lagi di sore yg cerah itu. Setelah selesai foto, kami kembali ke Bayfront station untuk menuju Bugis station, stasiun terdekat menuju Haji Lane.

Di jembatan yg ada di Garden By The Bay


Latar fotonya Singapore Flyer sama Supertree Groove
Ciamik banget


Di jembatan ini aku berharap ada yg traktir aku naik Singapore Flyer
Ngarep banget ya, wkwkkwk

Kami naik MRT menuju Bugis Station, lalu bertanya ke seorang bapak, arah untuk menuju Haji Lane. Kami menuju ke sana, dan melewati bangunan mesjid yg sangat terkenal di Bugis, yaitu Masjid Sultan. Kemudian kami tanya lagi ke penduduk sekitar dimana Haji Lane berada, dan ternyata Haji Lane adalah gang kecil yg sempat kita lewati tadi. Kami mengeksplor Haji Lane di hari yg sudah mulai gelap itu. Di Haji Lane banyak grafiti-grafiti yg oke buat dijadikan latar foto. Selain itu disana juga banyak toko-toko baju dan bar untuk minum-minum. Setelah dari sana, kami kembali menuju ke Bugis Street karena Lisna masih mau belanja oleh-oleh tambahan.

Masjid Sultan di Bugis

What a huge mosque!

Haji Lane

Kami segera bergegas karena hari sudah gelap dan takut gak kekejar menuju pertunjukkan light show di Garden By The Bay. Setelah Lisna selesai belanja (dan aku juga jadi ikutan belanja jam tangan akhirnya), kami segera menuju Bugis Station untuk kembali ke Bayfront Station. Saat kami mengarah ke Garden By The Bay, sudah terdengar suara musik dari Garden Rhapsody. Dan saat kami tiba, sayangnya pertunjukkan telah usai. Untungnya aku udah pernah searching tentang pertunjukkan ini sebelumnya, dan sepertinya masih ada satu show lagi setelah ini. Langsung saja aku bertanya kepada petugas restoran disana mengenai jadwal show. Dan beruntungnya, masih ada satu show lagi di jam 08.45. Huah, syukurlah.. Kami menanti show berikutnya dengan ngaso-ngaso di sekitaran Supertree. Kami mampir duduk-duduk di kedai ayam cepat saji. Lalu setelah pertunjukkan mau mulai, kami menuju pelataran taman yg sudah mulai dipenuhi banyak orang. Ada pengunjung yg udah ready dengan kameranya dan siap merekam moment pertunjukkan cahaya dan musik dari supertree groove. Kami duduk santai di hamparan rumput dan akhirnya pertunjukkan pun dimulai. Keren banget shownya, kawan. Salah satu lagu yg dipakai di show tersebut adalah lagu "I dreamed a dream". Dan aku jadi suka deh sama lagu itu semenjak nonton Garden Rhapsody ini. Show yg berlangsung selama 15 menit ini benar-benar mengibur mata dan telinga penontonnya. Dan yg terpenting, show ini free admission lho, hehe..

Garden Rhapsody by Garden By The Bay

Keren bangetlah pertunjukkannya!
Just enjoy the show..


Sekilas rekaman saat pertunjukkan Garden Rhapsody berlangsung

Setelah selesai menonton show, kami kembali ke MBS karena ingin melihat city light di sekitaran MBS. Kami masuk kedalam MBS Shopping Mall dan bertanya kepada beberapa petugas mengenai cara untuk melihat light show. Ada petugas yg kebingungan juga, dan kami juga ga ngerti mesti kemana. Itu malnya guedee minta ampun kawan, ampe nyasar-nyasar kita nyari pintu keluarnya aja. Mau keluar mall tanya sana-sini, akhirnya bisa juga nemuin pintu keluarnya yg ada di lantai atas ternyata. Kami keluar mal, dan menemukan banyak anak muda yg sedang kongkow-kongkow asik di restoran/cafe yg berada di teras mall. Kami duduk-duduk dulu di bangku yg ada disana untuk meluruskan kaki. Kaki ini rasanya udah pegel banget. Pinggangku juga udah kaya mau patah rasanya. Setelah lumayan rileks, kami lanjut jalan-jalan menikmati pemandangan Marina di malam hari. Kami duduk-duduk di pelataran mall, yg terletak di pinggir sungai. Kami menikmati semilir angin dan pemandangan Marina yg dipenuhi oleh cahaya di malam hari. Moment malam terakhir kami di Singapore, dihabiskan dengan just enjoy the city view. Kami menghabiskan waktu sampai hampir larut malam. Aku melihat masih ada warga yg night run di sekitar Marina ini. Keren ya bisa tetap semangat olahraga walaupun udah malem.

Marina View at Night

Enak banget leyeh-leyeh di pelataran mall MBS ini
Tempat ini biasa dijadiin tempat nongkrong warga untuk menikmati light and water show

Setelah selesai bersantai, meluruskan kaki dan meregangkan otot-otot di pinggang, kami segera melanjutkan perjalanan kembali ke Changi Airport. Takutnya kalo udah terlalu malam, udah gak ada MRT yg ke Changi lagi. Setelah tiba di Changi, kami segera menuju terminal 1 ke tempat penitipan tas. Kami mengambil tas kami, lalu kembali ke Viewing Deck, tempat kami tidur sebelumnya. Kali ini kayanya pengen tidur selonjoran deh. Gak pengen tidur sambil duduk lagi kaya di mother’s care kemarin lusa. Pinggang ini udah pegel minta ampun soalnya. Akhirnya, kami putuskan tidur di ruang bermain anak yg terletak di pojok dan relatif sepi. Kami nyari posisi yg ga begitu keliatan orang. Akhirnya kami mendapat posisi bobo yg lumayan enak, yaitu di kolong perosotan anak-anak. Ada karpet karetnya juga, jadi badan ini ga langsung ketemu lantai. Tapi tetep aja pas tengah malem aku bangun karena kedinginan. Lantas aku pakai semua kertas itinerary yg aku punya dan kususun jadi bentuk tiker, biar ga terlalu berasa dingin. Ga kebayang orang yg tidur di pojokan itu, yg cuma beralas kertas, pasti kan dingin banget tuh. Tapi kayanya sih dia fine-fine aja, keliatan doi bisa tidur pules tuh, hehe. Tas dan semua barang bawaan aku amankan sebisa mungkin. Buat bantalnya karena ini darurat, aku pake aja tas kantong yg isinya baju kotor. Yang penting empuk buat bobo, hehe. Namanya juga darurat ya, segala macem ide jadi muncul dengan sendirinya, hehe.. Semakin pagi, semakin dingin kawan. Akhirnya jam setengah 6 kami bangun lalu siap-siap membersihkan badan di toilet yg ada di sebelah mother’s care. Overall kalo menurutku, viewing deck terminal 1 itu tergolong enak deh. Fasilitas toilet, dispenser, stop kontak untuk charge HP, semuanya berdekatan. Dan di viewing deck ini juga relatif ga banyak orang yg lalu lalang. Udah gitu, children playground disini tuh letaknya juga di pojokan, jadinya sepi, enak buat boboan. Buktinya pas aku bangun besok paginya, ternyata udah ada sepasang muda-mudi yg lagi leyeh-leyeh di children playground situ juga. Mereka sepertinya mengikuti jejak kami, wkwkkwk...

Selasa, 18 Oktober 2016 (Last Day)
Usai kami beres-beres tas, kami segera mencari makan di kedai yg ada di dalam bandara. Nyarinya lagi-lagi yg penting ada nasinya dan harganya murah meriah. Akhirnya ketemu satu kedai yg jual nasi lemak. Nah disini aku beneran keliatan katronya. Karena baru ketemu alat buat nunggu pesenan makanan yg bentuknya kaya buzzer. Jadi pas buzzer-nya nyala merah, aku langsung ngehampirin pelayannya dan nanya deh ini mesti di gimanain. Dan pelayannya cuma bilang suruh taroh aja, dan kita udah bisa ambil makanan kita.  Oh gitu tho mbak e... Oke lah. Kami mendapat menu nasi lemak yg lebih enak dibanding pas makan di Sentosa kemarin lusa. Kali ini nasi lemaknya plus ayam lho.. Padahal harganya sama dengan yg di Sentosa. #otakperhitungan. Kami sarapan disana dan kenyang banget rasanya nih perut. Siap untuk pulang dan meninggalkan banyak kenangan di Singapore.

Nasi Lemak di Changi Airport

Lalu kami menuju ke ticket office di terminal 2, untuk nge-refund STP kami dengan uang deposit senilai 10 SGD. Lumayan kan, pulang-pulang masih ngantongin 10 SGD, hihi.. Setelah menukarkan STP, kami segera check in dan menunggu pesawat yg akan mengantar kami pulang ke Indonesia. Kami pulang dengan pesawat Air Asia. Dari bandara, pesawat kami berangkat sekitar pukul 10 pagi waktu Singapore. Kami tidur lagi selama di pesawat karena kurang puas sama tidur semalem. Entahlah, mungkin bule di sebelahku pusing kali ya dengerin aku ngorok, wkwkwk.. Akhirnya, kami tiba di bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul setengah 12 siang. Kami lanjut isi perut dulu dan duduk santai di KFC. Setelahnya baru menuju ke halte damri, menunggu bis kami masing-masing datang. Lisna pulang ke arah HI, sementara aku menunggu bis damri yg ke Jababeka. Kebetulan bis aku yg duluan tiba. Akhirnya aku ucapkan salam perpisahan kepada Lisna, dan tidak lama kemudian bis Lisna pun datang dan mengantarnya kembali ke tempat tinggalnya.

Perjalanan tandem kali ini, sangat terasa sekali backpakerannya dibandingkan perjalananku dulu di tahun 2012. Pertama kali ngampar dibandara ya baru kali ini. Untung aja Lisna, setia nemenin aku mau ikutan ngampar juga di bandara. Dan kayanya dia lebih bisa tidur dibanding aku deh, hehe. Pengennya next trip sih gak se-ngirit ini jalan-jalannya (padahal awalnya ini ide siapa coba, wkwkkw..) Lebih agak keluar modal gapapalah biar lebih nyaman. Dan yg pasti, next trip aku bakal bawa koper. No more backpack! Karena pegel boookk ternyata manggul-manggul backpack kemana-mana itu, hehehe.. Terima kasih yg udah baca cerita perjalanan aku selama di Singapore. Kalo ada yg mau ditanyakan tentang trip ke Singapore, bisa tinggalin comment di bawah ini ya. Aku akan jawab sebisa aku. Last word, makasih ya Lisna udah jadi partner yg asik selama trip di Singapore. Ayo, next trip kita bareng-bareng lagi ya, menjelajah bagian dunia yg lain.. :D
*Credit photo to Lisna


Love,

Singapore, Aku Kembali (Day 3: Part 1)

Senin, 17 Oktober 2016
Aku tidur sangat nyenyak tadi malam, benar-benar cozy nginep di Coziee Lodge ini. Sampe-sampe males banget buat bangun. Udah beberapa kali kebangun, tapi tetep aja masih pengen tidur terus, hihi. Tamu lain ku dengar sudah ada yg beres-beres dan pergi. Aku dengan malas akhirnya melirik jam di handphone dan astaga ternyata sudah jam 9 pagi waktu Singapore. Segera kubangunkan Lisna, dan Lisna juga ternyata baru terbangun dari tidurnya yg pules. Kayanya kita berdua sama-sama ngorok nih semalem, wkwkkk.. Karena ini liburan, jadi dibawa santai ajalah walaupun bangunnya kesiangan. Kan intinya pengen menikmati liburan dengan maksimal, ya toh. Jadi puas-puasin aja bisa tidur di kasur yg empuk, sebelum nanti malem kita kembali ngampar di bandara, hehe.. Selesai kami bersih-bersih dan membereskan tas bawaan, kami segera menuju lobi hostel untuk check out. Ya memang rencana kami berikutnya adalah kembali lagi ke bandara untuk menitipkan tas bawaan kami disana. Setelah kami check out dan menerima kembali deposit kami, kami berpamitan dengan petugas hostel lalu melanjutkan perjalanan kami. Baru berasa nih ga enaknya bawa tas backpack itu. Berat, kawan. Disaat kondisi kaki masih pegel, dan harus nenteng backpack yg guede itu rasanya pengen segera panggil Goku trus naik awan kinton ke bandara, wkwkwk..

Sebelum memulai petualangan hari ini, kami sarapan dulu di kedai India yg kemarin kami datangi untuk makan malam. Waktu ke Singapore dulu, aku suka banget makan roti prata. Nah, karena udah kangen pengen nyobain lagi, sarapan ini aku pengen banget makan roti prata lagi. Kali ini aku pilih cheese prata yg katanya enak banget itu. Dan setelah roti prata plus kuah karinya tiba, langsung saja aku hap. Enak bangets kawan. Rasa cheese yg melted di lidah ditambah kuah kari yg gurih itu adalah perpaduan rasa yg perfecto. Lisna juga memesan segelas teh tarik. Sementara aku minum susu coklat Hersley yg kubeli kemarin saat di toko coklat di pulau Sentosa. Kami benar-benar menikmati sarapan roti prata yg murmer ini. Kenyang banget satu loyang itu. Ada satu keluarga juga yg lagi sarapan disana. Sambil menikmati suasana pagi menjelang siang hari itu, kami sarapan di meja kedai yg berada di tepi jalan raya. Menikmati suasana di Kallang sambil makan cheese prata itu adalah moment yg gak bakal terlupakan olehku.

Cheese prata ditemani segelas teh tarik
Delicious..

Kami lanjut menuju Changi Airport untuk menitip tas. Setibanya di terminal 1, kami menitipkan tas kami masing-masing. Aku yg sudah penuh backpacknya, jadi nambah tentengan satu kantong tas kecil lagi. Kupikir akan diletakkan di satu loker yg sama. Jadi kami hanya perlu membayar 3 dolar masing-masing. Nah ternyata itungan harganya itu per tas, jadi punyaku total dikenai tarif 6 dolar. Huah, lumayan juga ya budget buat nitip tas aja, hehe.. Udah selesai nitip tas, kami kembali ke Changi Station untuk menuju ke Orchard Road.

Kami segera menuju orchard road sebagai tujuan pertama kami. Kami naik MRT yg menuju ke Orchard Station lalu sesampainya disana, kami foto-foto sebentar di daerah yg terkenal dengan jejeran mall terkenal itu. Selesai dari Orchard, kami langsung menuju City Hall untuk berkeliling daerah yg memiliki banyak bangunan bersejerah tersebut. Kami sempat hilang arah disana. Lalu kami bertanya kepada seorang bapak yg dengan baik hati menolong kami memberi petunjuk jalan. Ia menjelaskan begitu banyak petunjuk arah ke berbagai macam tempat menarik di sekitar City Hall ini. Kemudian kami segera menuju gereja Chijmes, karena aku penasaran dengan keindahan bangunan yg kini sudah berubah fungsi menjadi restoran dan bar tersebut. 

Berfoto di pelataran mall di Orchard Road

LOVE

Moda transportasi umum di Spore salah satunya adalah bis

SMRT, kalo naik ini kalo pake STP udah gak usah bayar lagi

Chijmes di City Hall

Selesai dari Chijmes, kami langsung menuju Merlion Park karena hari sudah siang. Kami bertanya kepada seorang wanita yg kami temui di halte bus, lalu diarahkan bersamanya yg kebetulan searah menuju ke Merlion. Wanita itu menjawab dengan sangat ramah ketika aku bertanya dimana seharusnya kami turun. Tak lama kemudian aku melihat patung Merlion dilewati oleh bis yg kami naiki. Itu berarti saatnya kami turun.  Kami berpamitan dengan wanita tersebut lalu turun dari bis. Kami jalan kaki menuju ke Merlion, dengan melewati semacam basement hotel gitu. Lalu akhirnya tibalah kami di ikon negara Singapura tersebut. Ihiy.. Kami foto-foto di seberang bangunan Marina Bay Sands lalu di Merlion juga. Aku minta bantuan seorang mas-mas Indonesia untuk fotoin aku sama Lisna di depan Merlion. Makasih ya Mas udah fotoin kami.. ^^

At Marina Bay Sands


Merlion

Singapore River Cruise

Selfieee...



Kenangan bersama Lisna di depan Merlion

Udah selesai urusan narsis di depan Merlion, kita lanjut makan siang ke Lau Pa Sat. Ini adalah tempat yg juga belum aku kunjungi waktu ke Spore dulu. Bermodal nanya ke seorang petugas kebersihan di sekitar Merlion, akhirnya kami diberikan petunjuk buat naik bis kesana. Letaknya tidak begitu jauh dari Merlion katanya. Kami berjalan menuju halte bis, lalu menunggu bis lumayan agak lama. Setelah bisnya tiba, kami segera naik. Kemudian aku bertanya kepada seorang bapak dimana Lau Pa Sat berada, karena tadi sekilas aku melihat sebuah bangunan segi delapan yg mirip dengan gambar Lau Pa Sat. Tapi aku ga begitu yakin. Dan setelah ditanyakan, ternyata memang benar itu adalah Lau Pa Sat. “Yah kelewatan, Na”, sontak aku berkata seperti itu kepada Lisna. Dan si bapak dengan tenang berkata “Jalan saja”. Wah, bapaknya ngerti bahasa Indonesia juga ternyata, hehe. Segera kami turun di perhentian bis berikutnya dan jalan kaki menuju kesana.

Setibanya di Lau Pa Sat, ternyata tempatnya gede dan banyak banget food stallnya. Kami muter-muterin seluruh food stallnya sampe bingung mau pilih yg mana. Siang itu, tidak begitu banyak pengunjung yg makan. Mungkin di malam hari tempat itu baru akan dipenuhi oleh pengunjung. Aku akhirnya pesan nasi goreng babi dengan tambahan menu khas Singapore yg aku lupa namanya apa. Warnanya item dan rasanya manis-manis gitu. Masakan khas orang Chinese. Empuk-empuk gitu tapi ternyata gak gitu doyan sih akunya. Tapi nasi gorengnya mantap, perut yg kelaperan ini langsung menggasak itu nasi goreng sampai ludes. Hahaha.. Lisna memesan seporsi nasi briyani. Tekstur nasinya agak kering, porsinya banyak dan rasanya gurih gitu.

Nasi Briyani pesanan Lisna dan masakan khas Singapore yg aku lupa namanya

Setelah selesai makan, kami melanjutkan perjalanan kami ke tempat selanjutnya. Kami ingin menuju Garden By the Bay. Tapi bingung naik bis apa. Setelah kembali ke bus stop, kami lost direction lagi dan akhirnya nanya sama seorang bapak lagi. Tampaknya bapak ini orang kantoran yg lagi istirahat. Btw, di sekitar Marina ini banyak gedung perkantoran keren lho kawan. Bapaknya baik banget, karena walaupun dia ga tau arahnya, tapi dia mau bantuin kami nyariin cara kesana via GPS di handphonenya. Rasanya beruntung banget, ketemu banyak orang baik yg helpfull sama turis kaya kami ini. Kami diarahkan naik MRT saja, dan diberi petunjuk jalan ke MRT station terdekat, yaitu Downtown. Kami berjalan lumayan lama, sampai akhirnya tiba juga di stasiun Downtown. Dari Downtown tinggal menuju ke Bayfront station, dan Garden By The Bay sudah di depan mata.

Nah, lanjutan ceritanya aku bikin di postingan selanjutnya ya. Udah kepanjangan nih rasanya aku cerita di halaman ini. Yang penasaran sama cerita perjalananku ke Garden By The Bay sampai kemudian aku pulang ke Indonesia, klik link ini aja ya, kawan.
*credit photo to Lisna 


Love,

Singapore, Aku Kembali (Day 1 & 2)

Sabtu, 15 Oktober 2016 (Hari Keberangkatan)
Tanggal 15 Oktober 2016, aku berangkat dari Cikarang menuju bandara Soekarno-Hatta untuk bertemu dengan Lisna disana. Aku berangkat dari rumah sekitar pukul 12 siang. Bermodal satu tas backpack dan satu tas ransel kecil, aku berangkat diantar papa ke pool bis damri di Jababeka. Dari sana, aku naik bis damri langsung menuju bandara. Kuingat-ingat, terakhir kali aku pergi ke bandara ya pas ke Singapore tahun 2012 dulu. Sudah lama sekali ya. Untuk terminal keberangkatannya kali ini berbeda dengan sebelumnya. Kalo dulu berangkat dari terminal 3, sekarang dari terminal 2D. Perjalanan Cikarang-Soetta kurasakan amat panjang. Hari itu juga sempat hujan gede. Sampai di bandara, aku langsung nyamperin Lisna yg udah sampe dari tadi. Kami lanjut mengisi perut di Hokben sambil menunggu waktunya check in. 

Setelah waktu menunjukkan hampir pukul 6 sore, kami langsung check in, dan menunggu di ruang boarding. Nah, ternyata pesawatnya delay saudara-saudara. Dari mestinya berangkat jam 18:50 eh molor deh ampe jam 9 malam. Huahh, bener-bener capek nunggunya. Udah aja, aku duduk diem sambil ngobrol-ngobrol ama Lisna (sambil ngapus kutek di kuku juga yg udah ga keruan bentuknya). Ketika nunggu pesawat, ada seorang mas-mas Singapore yg menghampiri. Dia jelasin panjang lebar mau ngajak sharingan taxi dari bandara menuju hotel di Geylang kalo ga salah ingat. Maksudnya biar bisa sharing cost jadi lebih irit. Nah, karena aku dalam modus waspada, ya aku bilang aja kalo kami mau nginep di bandara malam ini. Emang ga ada rencana mau ke hostel juga sih ini malam, jadinya mestinya kubilang dari awal aja ya. Gomen ya mas Spore, situ udah ngomong sampe panjang lebar tapi ujung-ujungnya aku ga bisa bantu. Hehehe..

Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya pesawatnya dateng juga. Yeayy.. Ini pengalaman pertamaku naik Tiger Air. Dan karena ini mau ke Singapore, jadi isi penumpangnya ya kebanyakan orang Spore yg mau balik kampung. “Aku pulang kampung....!!!” *Loh kok, wkkwkwk.. Setelah perjalanan sekitar 1 jam 45 menit, akhirnya kami menjejakkan kaki di negeri Singa putih tersebut. Hari sudah larut malam, mungkin sudah pukul 12 malam waktu Singapore. Kami segera mencari tempat persinggahan untuk bobo. Kami segera menuju Terminal 1 ke arah Viewing Deck. Disana ada ruang mother’s care, dan kita bisa bobo-boboan disana. Disekitar lobi bandara kulihat sudah banyak orang yg tidur, karena hari memang sudah larut juga. Di sekitaran viewing deck juga banyak yg sudah duduk dikursi sambil boboan. Ada jg yg ngampar di lantai hanya bermodal selembar koran. Beuh, kuatnya tidur di lantai dingin kaya gitu. 

Sesampainya di mother’s care, ternyata ga ada orang yg lagi nempatin. Asyik.. Kuintip di dalamnya ada tempat duduk yg empuk, lengkap dengan AC, colokan buat charge hape, dispender air panas dan dingin, serta wastafel. Di sebelah juga ada toilet untuk kita besok pagi bersih-bersih badan. Voila!! Semua fasilitas ini gratis lho. Wkwkwk.. Sebelum bobo, kami mengisi perut dulu dengan makan pop mie yg sudah dibawa dari Indonesia. Kita emang udah ngebekel makanan buat jaga-jaga selama disana. Ditambah enaknya tidur di mother’s care, ada dispenser air panasnya, jadi mau rebus pop mie pun gampang. Selesai makan, kami bersiap-siap bobo. Aku menutup pintu dan mengunci dari dalam, ruang dimana kita bobo. Tapi ketika pagi tiba, kuncinya sudah terbuka. Mungkin dibuka sama petugasnya. Niat mereka mau bersih-bersih ruangan jadi kaget kali ya pas liat dua orang cewek lagi asik bobo, wkwkk... Aku juga masih suka denger sepanjang malam, ada petugas yg keluar masuk buat ngebersihin ruang mother’s care itu. Sebenernya deg-degan juga sih, takut diusir petugas. Tapi sampe pagi aman sih, malahan paginya abis bangun tidur, kita disapa sama petugasnya. Ditawarin roti juga. Mungkin kesian ya, liat aku sama Lisna yg semalem udah ngegembel di bandara. Hehehe... Btw, petugas bandara disana kebanyakan sudah manula lho kawan. Mereka masih produktif bekerja di usia senja mereka. Ada yg jadi petugas cleaning service sampe anter-anter bagasi. Mantaplah!

Minggu, 16 Oktober 2016
Hari ini adalah hari pertama memulai petualangan. Kami bangun sekitar pukul 6 waktu Singapore. Kami pergi ke toilet di sebelah, buat bersih-bersih badan. Kami mengenakan celana panjang untuk hari pertama ini, karena rencananya hari ini mau main ke Sentosa. Jadi aku bisa sekalian main ke kasino. Di postingan sebelumnya, aku pernah cerita pas mau main ke kasino jadi gagal karena aku salah kostum, malah pakai celana pendek plus sendal jepit. Kali ini jadinya ga saltum lagi deh. Udah selesai dandan, kami mengisi perut dengan bekal roti yg kami bawa. Lalu kami segera meninggalkan bandara dan capcus menuju hostel untuk menaruh tas bawaan. Hostel tsb berada di dekat stasiun Kallang. Oya, sebelum memulai petualangan, kami membeli dulu tiket Singapore Tourist Pass di ticket office yg ada di terminal 2. Kartu ini adalah modal kami bertualang secara bebas selama 2 harl di Singapore. Harga tiket untuk 2 days pass adalah 16 SGD. Hitungan sehari itu dimulai dari pukul 00.00 sampai pukul 24.00 malam. Kalo dihitung-hitung, jadi seharinya kita cuma kena 8 SGD untuk puas-puasin keliling Spore seharian naik MRT dan Bus. Cukup murah kan. Ketika membeli STP, akan otomatis dikenakan biaya deposit senilai 10 SGD. Jadi total kami membayar adalah 26 SGD. 10 SGD ini bisa di refund nanti saat kita mau pulang. Tempat untuk refundnya juga bisa di ticket office ini. Setelah membeli STP, kami segera menuju stasiun MRT Changi untuk menuju stasiun Kallang.

Singapore Tourist Pass
Kartu sakti untuk keliling Singapura dengan lebih praktis dan ekonomis

Di dalem MRT
Nita dan Lisna, si bolang dari Bekasi

Setibanya di stasiun Kallang, kami lanjut mencari dimana letak hostel Coziee Lodge berada. Kami berjalan kaki menuju kesana dan ternyata tempatnya cukup dekat dari stasiun. Setelah tiba di hostel, kami menunjukkan tiket bookingnya kemudian menitip uang deposit senilai 20 SGD sebagai uang jaminan untuk menginap disana. Uang deposit ini akan dikembalikan saat kami check out besok. Kami menitip tas backpack kami di lobby hostel, lalu memulai petualangan kami menjelajah Singapura. Kami mengawali tur kami dari Resort World Sentosa, dimana disana nanti kami akan mengunjungi SEA Aquarium dan Kasino. Perjalanan dimulai dari Kallang Station menuju Harbourfront Station. Dari Harbourfront, kami naik Sentosa Express (4 SGD) untuk menuju pulau Sentosa. Tapi sebelum itu, kami mampir ke Rooftop Gardennya untuk berfoto-foto sebentar. 

Rooftop dari mal Vivo City
Keren yak!

Jangan sampe gak selfie, udah main jauh-jauh

Lisna antusias banget tuh jalan-jalan disini

Aku juga gak kalah antusiasnya

Setelah itu, baru kami menuju RSW. Di RSW, kami turun di Waterfront Station untuk menuju ke tempat dimana Universal Studio, SEA Aquarium dan Kasino berada. Kami berkeliling di bagian luar universal studio dan tak lupa mengabadikan moment jalan-jalan kali ini dengan berselfie ria. Kami mengunjungi bola Universal Studio yg terkenal itu, lalu pergi ke salah satu toko coklat yg ada disana.

Universal Studio Singapore

Pas liat hasil fotonya, ternyata ada tiga cewek yg sama-sama lagi difoto
Kebetulan banget ya ^^


With my partner in crime, Lisna



Pose dulu ah di depan toko coklat






Selfie together

Ini beberapa makanan yg dijual di toko coklat
Enak-enak kayanya

Ngiler ya.. Hehe..

Udah selesai selfie-selfie, kami menuju SEA Aquarium dan menukarkan e-tiket yg sudah kami beli sebelumnya di Indonesia. Ga nyesel aku main ke SEA Aquarium, karena tempatnya bagus banget dan luas. Aku bikin di postingan terpisah untuk ceritaku ke SEA Aquarium ini, yg terdiri dari part 1 dan part 2. Karena banyak banget cerita dan foto-foto fauna laut yg mau aku share selama aku berkunjung kesana. Monggo dibaca ya kawan jika penasaran. Lanjut dari SEA Aquarium, perutku sudah kelaparan. Kami segera mencari tempat makan di sekitar RSW yg harganya terjangkau. Mau mampir ke Texas atau Mc Donald tapi ga ada menu nasinya. Hmm.. Memang dasar perut orang Indonesia, ga nampol rasanya kalo belum makan nasi, haha..  Akhirnya kita nyari food court yg ada di RSW. Di food court tsb dijual berbagai macam makanan, dan untungnya kita bisa ketemu nasi disana. Pilihan kami jatuh pada nasi lemak alias nasi uduknya orang Singapore. Nasi lemak seharga 5,5 SGD terdiri dari nasi, telur rebus dan sejenis pepes ikan gitu, sama ada taburan kacang. Tak lupa ada sambel terinya juga. Huah, segini mah ga sampe 50k kalo di Bekasi, pikirku. Tapi yasudahlah, namanya juga di tempat hiburan pasti ya apa-apa mahal. Aku sempat melihat beberapa pengunjung di sekitaran universal studio tadi, mereka makan siang dengan bekal nasi bungkusan. Kaya lagi piknik gitu lah. Asik bener ya, udah gitu hemat lagi.. hehe.

Nasi lemak di USS

Selesai makan siang kami lanjut menuju Kasino. Untuk warga asing, masuk ke sini itu gratis. Tinggal nunjukkin paspor ajah dan cus langsung boleh masuk. Simple kan. Sebelumnya kami mesti menitipkan tas kami dulu di loker. Harga untuk satu lokernya sebesar 6 dolar. Kami berdua memesan satu loker. Setelah menitipkan tas, kami mengantri untuk pengecekan paspor. Lalu masuklah kami ke dalam Kasino. Kasinonya guedee banget. Kami menyusuri bagian-bagian dalam kasino tersebut. Dan kami juga ikut menonton permainan yg ada di sana. Host yg memimpin tiap table game disana ganteng-ganteng, kawan. Puas bener dah aku cuci mata disana, wkwkwk.. Tangan mereka mulus bgt dan gemulai dalam memainkan setiap kartu ataupun coin. Jariku aja kalah lentik dari jari mereka kayanya, hahaha. Mereka berumur masih muda rata-rata. Mungkin saja mereka itu mahasiswa yg magang disana ya. Nah, para pemain judi nya yg rata-rata udah pada kakek nenek. Tapi beuh, walau udah pada senior gitu, pada jago mainnya kawan. Kasino yg buka 24 jam itu, terbagi atas beberapa bagian. Ada yg main di meja, ada juga yg main dalam bentuk konferensi, ada juga yg kaya sejenis poker. Ada juga ruang judi yg khusus buat yg merokok. Ada loungenya juga yg mevvah banget. Di lantai atas itu ada bagian khusus buat pemain yg udah pro. Wah, itu mah judinya udah kelas milyaran kali ya. Pokoknya kasino itu besar dan luas banget. Aku aja ampe istirahat dulu di salah satu food centernya buat duduk sambil minum-minum. Nah yg menarik, kita boleh minum sepuasnya, minuman apa aja yg ada disana. Boleh refill ampe kembung deh.  Mumpung gratis, aku nyobain minuman yg berbeda dari beberapa dispenser yg ada disana. Nah yg aku ga nemu-nemu itu adalah minuman alkoholnya. Ubek-ubek ke tiap dispenser cuma adanya minuman kopi, teh, atau soft drink aja. Kayanya minuman alkoholnya di taruh ditempat yg beda deh. Mau nanya pelayannya, tapi malu ah. Wong ga main, cuma numpang minum gratis, hehehe...

Tampangnya serius banget yak
Padahal mah ga ngerti juga cara mainnya, wkwkkw

Setelah selesai ngubek-ngubek kasino, lanjut kita ke mustafa center di little india buat belanja-belanja. Nah, nyari mustafa center ini yg rada pusing. Kita sempet hilang arah dan tersesat lho. Bikin pusing aja. Tapi akhirnya ketemu juga sih. Mustafa center ini ramai gila. Ampe mau masuk dari pintu utama aja udah ga bisa, karena udah kepenuhan orang. Akhirnya masuk dari pintu alternatif deh kita. Disana aku belanja coklat buat oleh-oleh. Asiknya ke Mustafa itu, nyari apa aja ada. Serba ada dan komplit deh pokoknya. Dari keperluan bumbu dapur, coklat ampe barang yg jarang nemu itu ada disini, dan supernya lagi harganya disini itu murah-murah kawan. Ovaltine aja dijual lebih murah disini daripada di Indonesia. Kalo yg kalap, bisa borong dah. Nah, habis dari Mustafa kami melanjutkan acara belanja kami ke Bugis Street. Kaki udah mulai lemes, pinggang udah pegel, badan udah capek. Tapi tetap kami lanjutkan perjalanan kami ke Bugis Street. Aku pengennya hari ini urusan oleh-oleh dikelarin aja. Disana kami lumayan lama belanja oleh-olehnya, karena bingung mau pilih yg mana. Sepanjang Bugis Street sudah kami lalui untuk mencari toko yg menjual barang paling murah. Ada macam-macam souvenir yg dijual disana, dari mulai gantungan kunci, kaos, goodie bag, jam tangan, dompet, coklat hingga pernak-pernik lucu lainnya. Akhinya kuputuskan membeli goodie bag saja. Lisna pun asik berburu oleh-oleh dan ternyata memborong lebih banyak daripada aku, hehe..

Seusai kami kelar belanja oleh-oleh, kami kembali ke hostel karena hari sudah malam. Perut kami pun sudah kelaparan. Akhirnya sebelum tiba di hostel, kami makan di salah satu kedai yg terletak tidak jauh dari hostel. Semacam kedai yg menjual masakan India gitu. Aku dan Lisna pesen nasi plus telur dadar saja, yg murah meriah, ditemani segelas air putih dan es kosong (baca: es batu). Kami benar-benar kelaparan, makanya makan nasi pake telur dadar aja rasanya udah enak. Telur dadar disana agak beda dengan disini. Potongan bawang merah dan bawang putihnya gede-gede, udah gitu ada potongan paprika hijaunya juga. Ya lumayan kenyang buat ngisi perut yg udah keroncongan ini. Udah selesai makan dan rehat sejenak, kami lanjut menuju hostel buat istirahat. Kami segera check in lalu diberikan kunci dan ditunjukkan kamarnya oleh salah seorang pegawai disana. Setelah kami membuka pintu kamar, ternyata lampu kamar sudah pada dimatikan dan tamu lain sudah pada tertidur lelap. Kami membereskan barang-barang bawaan secara perlahan agar tidak mengganggu tamu lain yg sedang tidur disana. Kami pun mendapat kunci loker masing-masing untuk meletakkan barang-barang kami. Lalu aku dan Lisna lanjut membersihkan badan. 

Selesai bersih-bersih, akhirnya kali ini kami bisa istirahat dengan nyaman. Kamarnya adem lho kawan karena ada AC dan kipas anginnya. Udah gitu ada fasilitas wifi juga, yang sayangnya lupa aku manfaatin karena udah saking capeknya. Aku tidur di ranjang atas sementara Lisna di ranjang bawah. Kasurnya empuk dan selimutnya tebel. Nyaman banget tidur di hostel itu. Walaupun murah, tapi fasilitasnya lumayan oke kok. Kamar mandinya walaupun sharing tapi tetap terjaga kebersihannya, dan dilengkapi dengan shower air panas pula. Untuk hostel Coziee Lodge ini kuberi 2 jempol deh. Kalo kapan-kapan balik ke Spore lagi ala backpaker, aku pengenlah nginep disini lagi. Sekian ceritaku di hari kedua. Kalo mau lanjut baca ceritaku di hari ketiga, klik link ini dan ini aja ya kawan. Salam backpaker.. ^^
*credit photo to Lisna


Love,

Singapore, Aku Kembali

Ini sebuah latepost lagi dari ruang bercerita. Maklum ya penulisnya masih amatir, jadi nulisnya pas lagi bener-bener ada waktunya aja (baca:lagi mood). Oktober 2016 lalu, aku dan Lisna, teman seperjalananku ke Bromo dulu, pergi backpakeran ke Singapore. Sebenernya udah ada wacana pergi jalan-jalan dari 2015, cuma ga jadi-jadi karena aku ada kendala di budget. Akhirnya sekitar bulan Agustus 2016, aku ngerasa level “butuh piknik” aku udah tinggi nih, makanya aku putuskan buat jadiin jalan-jalannya. Tapi dengan syarat yg murah meriah aja. Akhirnya di putuskan Singapore lah tempatnya. Aku sebenernya udah pernah kesana di tahun 2012 dulu, jadi mikir-mikir awalnya kalo mesti balik lagi ke tempat yg sama. Tapi, ya daripada ga piknik sama sekali. Akhirnya diputuskan ayo deh cari tiket pesawatnya capcus. Sekalian nemenin Lisna juga, supaya dia bisa mengisi paspornya dengan cap pertamanya. Sedangkan aku juga bisa kesana lagi untuk mengunjungi tempat yg belum sempat ku kunjungi sebelumnya. Setelah cari-cari tiket promo, akhirnya dapetlah kita tiket PP Jakarta-Spore-Jakarta seharga 720rbuan untuk keberangkatan bulan Oktober 2016. Termasuk murah kan. Untuk perginya menggunakan budget airline-nya Singapore yaitu Tiger Air, sementara untuk pulangnya naik Air Asia. 

Setelah tiket pesawat dapet, kemudian kami mikirin untuk penginapannya. Dari awal pergi emang udah janjian jalan-jalannya ala backpaker, jadi biaya yg dikeluarin kalo bisa seminim mungkin. Biar murah ya yg terbersit di otakku adalah nyobain nginep di bandara aja. Buat hari pertama dan ketiga kita bisa skalian nginep di bandara. Kita rencana berangkat dari jakarta jam 18:50 makanya diperkirakan tiba di Changi airport sekitar pukul 10 malam. Nah daripada mesti keluarin budget buat hostel, udah sekalian aja nginep di bandara. Pulangnya juga begitu. Dari Changi menuju Soetta, pulangnya pagi hari sekitar jam 10. Makanya udah aja kita nginep di bandara dari malam sebelumnya biar hemat. Jadi cuma keluar biaya buat hostel semalem aja, pas malem kedua. Udah gitu, carilah aku hostel yg murah dan lumayan nyaman untuk bakcpakeran. Setelah searching-searching, dapetlah hostel Coziee Lodge di daerah Kallang. Semalemnya cuma kena 150 ribu, dengan tipe kamar dormitory isi 10 bed, ranjang susun. Namanya juga backpaker, berbagi kamar dengan tamu lain dan juga sharing kamar mandi tidak terlalu masalah bagiku. Aku masih nyaman aja asal satu kamar isinya cewek semua. Makanya ketika dapet kamar dorm yg woman only langsung aja capcus dipesen. Lisna jg ga masalah nginep di dorm, dan ga masalah juga buat bayarin aku biaya nginep yg semalem itu, hahaha.. I am so lucky, ga keluar duit sama sekali buat biaya nginep di Spore yg 3 malam itu, wkwkwk.. 

Nah, sekarang yg aku pikirin gimana caranya biar tetep nyaman nginep di bandara. Langsunglah aku googling “cara ngampar di bandara Changi yg baik dan benar”. Dan banyak loh referensi tempat ngegembel yg oke di Changi. Resiko tiba-tiba dibangunin petugas di tengah malem pas lagi asik-asik bobo tentu saja ada. Tapi dasar Nita, ya tetep aja dihajar bleh. Kalo ortu sih wanti-wantinya sama barang bawaanku. Takutnya pas lagi tidur, tasnya digasak orang. Huahh, kayanya lebih penting tasnya ya daripada anaknya nih, wkwkkw.. Intinya sih selama ngampar di Changi 2 malem aman-aman aja kok, asal tetep waspada dan cari tempat tidur yg bener-bener aman. Sebaiknya cari tempat tidur yg jarang dilintasi orang buat lalu lalang. 

Nah, abis urusan tiket beres, penginapan beres, tinggal urus tiket wahana nih. Kita rencananya mau main ke SEA Aquarium di Sentosa Island. Beli tiket dari Indonesia saja biar lebih murah dan lebih praktis. E-ticket yg aku beli, tinggal ku print dan ditunjukkan saja nanti di counter pembelian tiket. Langsung capcus deh kita boleh masuk. Untuk bekal uang SGD juga udah aku siapin dari Indonesia. Perjalanan yg kali ini aku udah agak lebih santai rasanya. Mungkin karena udah agak familiar sama destinasinya. Jadi perasaannya lebih lay back, dan mau manfaatin bener-bener jatah cuti kali ini untuk bersenang-senang. Setelah oke semua, dengan bermodal semangat 45, malam sebelum cuti itu aku mencoba buat nyelesein kerjaan semaksimal mungkin. Jadi pas cuti, perasaannya jadi lebih enak ya. Yeay, akhirnya besok liburan juga. Wohooo.. I am coming Singapore.. My Trip My Adventure!! ^^

Nah, lanjutan cerita backpacker aku di Singapore, aku bagi dalam beberapa postingan nih.


Love,

Kamis, 05 Januari 2017

Chords and Lyrics: Only Love by Trade Mark


Verse 1
C#m  A           E          B
2 a.m and the rain is falling
C#m    A             B             E
Here we are at the crossroads once again
         A               B
You're telling me you're so confused
G#m                    C#m
You can't make up your mind
D
Is this meant to be
        B
You're asking me

Chorus
          A       B
But only love can say
G#m              C#m
Try again or walk away
F#m                 B
But I believe, for you and me
     G#               C#m
The sun will shine one day
              A      B
So I'll just play my part
    G#m                          C#m
And pray you'll have a change of heart
   F#m                                A
But I can make you see it through
                  B           C#m
That's something only love can do

Verse 2
C#m         A           E          B
In your arms, as the dawn is breaking
C#m      A               B             E
Face to face and we're thousand miles apart
A                      B
I've tried my best to make you see
G#m                    C#m
That's hope beyond the pain
 D
If we give enough
       B
If we learn to trust

Chorus
          A       B
But only love can say
G#m               C#m
Try again or walk away
F#m               B
But I believe for you and me
G#                    C#m
The sun will shine one day
             A       B
So I'll just play my part
G#m                             C#m
And pray you'll have a change of heart
   F#m                                A
But I can make you see it through
                 B             C#m
That's something only love can do

Solo
C#m A E B C#m A B B

Bridge
   A               B
I know if I could find the words
   G#m            C#m
To touch you deep inside
    D
You give my dream just one more chance
      B           G#m        B
Don't let it be our last goodbye

Chorus
          A       B
But only love can say
G#m               C#m
Try again or walk away
F#m               B
But I believe for you and me
G#                    C#m
The sun will shine one day
             A       B
So I'll just play my part
G#m                             C#m
And pray you'll have a change of heart
   F#m                                A
But I can make you see it through
                 B             C#m
That's something only love can do

Lirik dan chord dari sini
Diedit oleh Nita


Love,
Nita

Lirik & Chord: Mengenalmu - GMB



Verse :
  A                       E                D
Bila kubuka mataku dan lihat wajah-Mu
    F#m         E
Kuter - ka - gum
  A                      E                 D
Bila kulihat hidupku dan karya tangan-Mu
   F#m           E
Kuter - san - jung

      D                        E                C#m
Kar’na semua yang baik dalam hidupku
       F#m      E
Itulah karya-Mu
    D             Bm                  E
Kau b’ri kesempatan yang baru

Chorus:
    A                                 D
Dan ku ingin mengenal-Mu Tuhan
      Bm           E                            A       D-E
Lebih dalam dari semua yang ku kenal
   A                                   D
Tiada kasih yang melebihi-Mu
    Bm          E                           A      
Ku ada untuk menjadi penyembah-Mu

Lirik dan Chord dari sini


Love,
Nita

Kasih Allahku (Lirik & Chord)


          C                G               Am    C
Kasih Allahku sungguh t’lah terbukti
     F               G          C       C7
Ketika Dia serahkan Anak-Nya
     F                    G                 Em                F
Kasih Allah mau berkorban bagi kau dan aku
         C                 G             C     G
Tak ada kasih seperti kasihMu

Chorus:
     C                        Gm       C   C7
Bersyukur, bersyukur, bersyukur - lah
       F                  G         C           C7
Bersyukur karna kasih setiaMu
       F               G             Em              
Kusembah kusembah kusembah
F
dan kusembah
        C                 G                     C
S’lama hidupku kusembah kau Tuhan


Love,
Nita

We Could Be In Love - Lea Salonga and Brad Kane


Be still my heart
Lately its mind is all its own
It would go far and wide
Just to be near you

Even the stars, shining up bright
I've noticed when you're close to me
Still it remains a mystery.

Anyone who's seen us
Knows what's goin' on between us
It doesn't take a genius
To read between the lines

And it's not just wishful thinking
Or only me who's dreaming
I know what these are symptoms of
We could be in love.

I ask myself why
I sleep like a baby through the night
Maybe it helps to know
You'll be there tomorrow
Don't open my eyes (ooh hoo-hoo)

I'll wake from the spell I'm under
Makes me wonder how (tell me how)
I could live without you now.

And what about the laughter
The happy ever after?
Like voices of sweet angels
Calling out our names

And it's not just wishful thinking

Or only me who's dreaming
I know what these are symptoms of
We could be in love.

All my life, I have dreamed of this
But I could not see your face
Don't ask why to such distant stars
Can fall right into place.

And it's not just wishful thinking
Or only me who's dreaming
I know what these are symptoms of
We could be in love.

...love.

Oh, it doesn't take a genius
To know what these are symptoms of
We could be, oh hoh we could be
We could be in love, we could be
We could be in love.

Lyrics from here


*This song is one of my favorite love song ever..
The cover version of Adera and Mitha Lestari is very good as well
You can check their romantic tune in this link

Love,
Nita ^^
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...