Minggu, 14 Desember 2014

Doraemon “Stand By Me” at Blitz Megaplex, Bekasi Cyber Park

Ending Doraemon "Stand By Me" yang berjudul Himawari No Yakusoku

Rabu, 10 November 2014 yang lalu, aku dan kawan-kawanku dari kantor sebelumnya, kembali bertemu untuk nonton bareng film Doraemon yang berjudul Stand By Me. Film ini tayang perdana di Blitz BCP Bekasi. Aku pun turut excited karena bisa ketemu dengan temen-temen lagi. Aku keluar dari kantor sekitar pukul 4, kemudian langsung menuju Bekasi. Aku mampir dulu di kantor lama untuk berkumpul dengan Mba Asih dan Siti. Kemudian dari sana, kami langsung menuju BCP untuk bertemu dengan Mas Yogi juga. Sebelum masuk ke Blitznya, kami membeli minuman dan cemilan dulu di supermarket di lantai dasar. Setiba di dalam Blitz, tidak aku sangka bioskop sudah penuh sesak dengan pengunjung. Kami pun sampai kesulitan untuk berjalan saking sesaknya. Aku benar-benar baru mengalami Blitz BCP yang sesesak ini. Aku tidak menyangka antusiasme orang Bekasi terhadap film Doraemon sebesar ini. Mungkin karena film ini tayang perdana di Bekasi, dimana hanya diputar di bioskop Blitz saja. Ditambah menurut kabar burung, ini adalah film terakhir Doraemon. Jadilah pengunjung berbondong-bondong antusias ingin menonton film yang kartunnya sudah melegenda ini. Temanku yang sudah berusaha untuk mem-booking tiketnya sejak siang, akhirnya bisa mendapat tiketnya untuk 4 orang untuk yang jam setengah 7, walaupun letak duduknya harus terpisah. Tapi tidak apalah, yang penting bisa nonton kan. Hanya ada 2 bangku yang letaknya berjejer. Aku yang gak mau nonton sendirian ini, memilih bangku yang bisa sebelahan sama Mba Asih. Pintu teater pun belum dibuka, tapi sudah begitu banyak orang yang menunggu. Apalagi antrian tiketnya, beeuhh.. Penuh banget, dan itu belum tentu juga masih ada seat yang available. Memang untuk hari itu, jam pemutaran film terakhir dibuka hingga pukul 11 malam. Jadi, yang belum bisa dapet jam setengah 7, bisa nonton untuk yang jam berikutnya. Tapi sekali lagi, aku beruntung banget bisa dapet yang jam setengah 7. Yukata ne...

Pintu studio 1 pun dibuka, dan kami menunggu sesaaat sampai rombongan pengunjung yang lain masuk lebih dulu.  Kemudian kami pun masuk dan mencari seat masing-masing. Aku dan Mba Asih duduk di bangku A yang paling atas. Aku pikir kami akan duduk sebelahan, tapi ternyata bangku kami terlongkap 3 seat. Yah, aku pun jadi mengungkapkan rasa kecewaku karena tidak bisa menonton sebelahan, dan mesti nonton sendiri. Tapi tidak disangka, hari itu aku sungguh beruntung. Mungkin, karena pengunjung yang duduk diantara seat kami mendengar celotehku dan mereka adalah pengunjung yang baik hati, maka mereka mempersilahkan aku untuk bertukar kursi. Kebetulan sekali, bangku yang di sebelah Mba Asih yang masih kosong, juga akan ditempati oleh teman mereka sendiri. Jadi, kami bisa saling bertukar posisi. "Yey, akhirnya kita bisa sebelahan Mba..!" Aku pun mengucapkan terima kasih kepada penonton tersebut. Kami pun segera akan menikmati film Doraemon. Aku sempat mendengar kalau mau nonton film ini kayanya mesti siapin tisu, tapi tak kusangka memang ternyata aku butuh tisu pada akhirnya. Hehe.. Film ini mengalir dan mencapai titik klimaks saat Doraemon menangis karena menyadari waktunya tidak akan lama lagi untuk bisa bersama dengan Nobita. Aku pun tidak bisa membendung air mata. Tau-tau mengalir saja dengan sendirinya. Kudengar juga isakan para penonton di dalam seisi bioskop saat itu. Cerita ini memang mengharukan, lebih dari yang kukira. Di endingnya pun didukung dengan soundtrack yang indah, dan membuatku familiar dengan suara penyanyinya. Aku merasa sangat puas dengan film yang kutonton hari itu. Film Doraemon "Stand By Me" ini aku rekomendasikan untuk ditonton deh pokoknya. 

Kelar nonton film ini pun, aku merasa bahwa film ini dibuat bukan hanya dengan kreatifitas, tapi juga dengan perasaan. Karena disaat berkarya berpadu dengan kesenangan, maka hanya ada rasa senang yang tertinggal di perasaan yang menikmati karya tersebut. Film yang dibuat dengan hati, pasti akan menyentuh hati penontonnya. Perasaan gembira dan sepenuh hati ketika membuat film inilah yang kurasakan ketika menikmati film ini. Sugoi ne...

Inilah ceritaku tentang nonton perdana film Doraemon di Blitz bareng teman-teman. Selasa depan rencananya kita akan nonton lagi film berjudul Supernova yang diangkat dari novel Dewi Lestari. Semoga yang ikut bisa lebih banyak, jadi lebih rame, dan bisa dapet bangkunya jejeran semua ya. Amin.


Oya, mengenai Ost ending dari Doraemon ini, akhirnya setelah searching di google, baru kutau kalau penyanyinya itu si Motohiro Hata. Aku tau dia dari pv musik Jepang yang dikoleksi adikku. Suaranya yang lembut dan khas itu, cocok sekali untuk menutup film ini dengan manis. Ditambah alunan gitar akustik dan liriknya yang dalem, membuat film ini semakin mengharukan. Motohira Hata juga sempat mengisi ost anime Naruto lho. Dan doi kalo diliat-liat kaya mirip Bam Samsons ya, hehe.. 


Bekerja bukan hanya dengan kepala, tetapi dengan hati..
-Jerry Mc Guire


Love,

Minggu, 07 Desember 2014

Screening Festival Sinema Perancis 2014 di Kineforum

Sumber: ifi-id.com

Sabtu, 06 Desember 2014 aku dan Rachel serta Lina pergi mengunjungi Taman Ismail Marzuki di Cikini. Sebenarnya hari itu aku ingin sekali bisa ikut nonton TEDx Jakarta yang diadakan di Tzu Chi International Aula di Pantai Indah Kapuk. Tapi sayangnya aku masih belum beruntung untuk mendapatkan tiketnya yang sistemnya dipilih secara random. Padahal acaranya keren banget, penuh orang-orang yang mengsinpirasi. Cuma setahun sekali lagi, hemm.. Dan tahun ini yang bikin aku pengen banget dateng selain acaranya, adalah venuenya yang berbeda. Aku pernah melihat bangunan sekolah Tzu Chi di drama-drama yang diputar di DAAI Tv. Tapi pas searching foto bangunannya di google, ternyata bangunannya yg ada di PIK itu ya mirip-mirip sama yang di drama DAAI Tv. Megah banget dan artistik. Serasa berada di Cina, hehe.. Kalian searching aja kalau penasaran ya.

Okay, kembali ke Festival Sinema Perancis. Aku datang ke acara ini karena memang seneng dengan screening film-film yang unik dan gratis pastinya. Setelah janjian dengan Rachel dan Lina, aku berangkat dari rumah pukul 9 pagi. Sampai di stasiun Cikini sekitar pukul 11 kurang 15 menit. Di  stasiun sempat berkenalan dengan kawan baru yang hendak pergi ke Kota saat itu. Setelah sampai di Cikini, aku sempat menunggu kawan-kawanku, sampai kemudian akhirnya Rachel dan Lina pun tiba. Kami melanjutkan perjalanan menuju TIM naik kopaja. Setelah tiba di TIM, masih pukul setengah 12 siang. Screening berlangsung dari sekitar jam setengah 3 sore. Karena itu, aku mengajak mereka nonton planetarium aja dulu. Terhitung sudah 3 kali aku menonton acara tersebut, tapi tetap aja terkesima dibuatnya. Perjalanan menuju luar angkasa itu pun terasa amat singkat. Kami menyudahi perjalanan galaksi kami sekitar pukul 2 siang. Kemudian menuju ke Kineforum, tempat diadakannya festival Sinema Prancis. Festival tersebut terbagi di dua tempat. Untuk film regulernya, diadakan di XXI dengan HTM sebesar 30 ribu. Sementara untuk film khusus kartunnya diadakan di Kineforum di TIM ini. Dan untuk yang di Kineforum ini tidak dipungut biaya. I like it, hehe..

Setelah searching di google, di Kineforum sendiri memang memutar film-film pilihan setiap harinya dan kita bisa menontonnya secara cuma-cuma. Jadi, memang disini bisa jadi oase berkumpulnya para penikmat film. Dan ketika kami cari-cari tempatnya, lokasinya ternyata berada di belakang deretan gedung. Jadi, kalau kalian ingin kesini suatu hari, ini dia petunjuknya. Kalian tinggal jalan lurus aja dari gerbang, kemudian belok ke kiri sampai mentok terus jalan deh ke arah belakang. Di situ kineforum berada. Nah gara-gara ke kineforum juga, aku jadi tau kalau Institut Kesenian Jakarta berada persis di belakang TIM ini. Udik ya, hehe.. Melihat para pengunjung yang sedang menunggu di teras kineforum, kami menduga mereka adalah para mahasiswa. Mungkin juga mahasiswa IKJ. Melihat style salah seorang mahasiswinya yang keluar dari kampus tersebut, jadi mencuri perhatianku. Style pakaiannya unik dan aku suka. Kaya ngeliat style orang jepang yang mengisi web tokyofashion. Ya, walaupun gak ekstrim banget sih. Tapi untuk style ke kampus, itu kreatif menurutku. Berani tampil beda dan unik itu keren lho.

Setelah kami registrasi untuk nonton film yang jam 2 lewat 15 menit, kami mengisi perut dulu. Di dalam area TIM situ, di pinggir-pinggirnya, banyak penjual makanan. Aku kira bakal mahal-mahal, tapi ternyata tidak, kawan. Asumsiku karena berada di dekat kampus, makanya harga makanan yang dijual juga pas untuk dompet mahasiswa. Atau bisa juga pemilik kedainya adalah salah satu mahasiswa disana, bisa saja kan. Kami makan dengan hati senang, perut kenyang dan dompet pun aman. Setelah itu, kami kembali ke Kineforum. Dan saat itu film baru dimulai. Kami mengisi seat yang ada saja, karena masuknya juga sudah agak telat. Kineforum hanya berisikan mungkin sekitar 40 seat. Jadi semacam bioskop mini, tapi nyaman banget. Bangkunya enak dan full AC, kaya di bioskop reguler. Kami menikmati film pendek kartun dari mulai genre anak-anak sampai ada genre dewasanya. Dari mulai film anak yang lucu dan bikin ketawa, film dewasa yang dibumbui dengan cinta berbau adegan 17+, sampai film yang ga ngerti maksudnya apa dan bikin ngantuk-ngantuk. Apapun yang diputar, aku jadi berpikir bahwa film adalah refleksi dari kehidupan sehari-hari yang ada di negera tersebut. Jadi, aku seperti melihat Perancis dari sudut film kartunnya. Bahwa disana cinta digambarkan layaknya bara api yang menyala-nyala, serta kreatifitas yang tercermin dari goresan-goresan tangan nan lembut. Jalan cerita yang sederhana tapi sebenernya ada pesan-pesan yang dalam yang ingin disampaikan lewat film tersebut. Kami menikmati film-film pendek tersebut hingga pukul 5 sore. Setelah filmnya selesai, kami segera keluar ruangan dan berfoto-foto ria di depan banner festival Film Perancis. Aku pun baru sadar kalau selama kami nonton tadi ternyata di luar itu sedang turun hujan. Ah, untung saja aktivitas kami seharian ini berada di dalam ruangan, jadi aman gak perlu basah-basahan. 




Setelah selesai dari situ, kami pun pulang menuju stasiun Cikini. Ada perasaan aneh di dalam hati. Ini jalan-jalan berasa kentang alias nanggung. Aku pun tidak bisa menyebut ini sebagai jalan-jalan, karena seharian yang kita lakukan cuma nonton. Jadi hari ini mungkin judulnya kami ganti, bukan jalan-jalan, tapi duduk-duduk, hehe.. Kami menghabiskan sisa hari yang ada akhirnya dengan makan es krim di Mc D yang ada di depan stasiun Cikini. Kami mengobrol kesana kemari, dari mulai yang serius seperti pandangan hidup sampai bahan bully, yang saat itu korbannya adalah aku. Aku dibilang jodoh dengan Raditya Dika, karena kami sama-sama cocok. Sama-sama jones alias joblo ngenes, kata mereka, haha.. Aku bahkan baru tau kalo Radit itu jomblo. Soalnya ga terlalu ngikutin juga sih. Yah, pokoknya itulah bumbu-bumbu obrolan yang bikin mereka jadi tertawa puas dan aku cuma miris, hix hix..

Setelah puas makan ngobrol-ngobrol sambil makan es krim, dan hujan pun reda, kami segera pulang. Dari stasiun kami lanjut ke tempat masing-masing. Mereka turun di stasiun untuk Manggarai untuk transit, sementara aku meneruskan perjalanan menuju Bekasi. Dari kegiatanku di hari itu, memberiku hal-hal baru, seperti kenalan baru, inspirasi fashion yang unik dan menarik, serta pastinya ide postingan yang baru. Pemikiran out of the box yang tidak takut dalam bertindak, apapun resikonya. Berkarya karena menikmati jadi diri sendiri.


Love,

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...