Kamis, 06 September 2012

Mencari FPB dan KPK dengan metode tusuk sate


Metode ini saya peroleh dari salah satu pengalaman saya menagajar matematika privat sekitar tahun 2008.
Saat itu saya tengah mengajar pelajaran matematika kelas 5 SD, tentang mencari KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) dan FPB (Kelipatan Persekutuan Terbesar).
Cara yang saya ajarkan adalah metode pohon faktor, seperti yang diajarkan guru pada saya dahulu.
Tapi ia mempunyai cara lain yang diajarkan gurunya di sekolah bernama metode tusuk sate, dan metode itu saya rasa lebih mudah bagi anak-anak dibanding menggunakan pohon faktor.
Saat itulah "guru belajar pada murid".
Tapi saya tidak malu, sebab itu adalah hal baru yang menambah pengetahuan saya dan itu menyenangkan.
Setelah bertahun-tahun berlalu, bulan ini anak murid saya yang lain yang menginjak kelas 6 SD, juga sedang mempelajari materi yang sama.
Dan saya menawarkan alternatif tersebut kepadanya. Awalnya saya lupa karena sudah lama tidak dipakai lagi. Maka saya cobalah browsing di internet.
Saya ketik "mencari FPB KPK tusuk sate" tapi saya tidak menemukannya. Sekali menemukan, malah tulisan di blog saya sendiri, tapi saya saat itu hanya menyebut metode tersebut selintas saja, tanpa menguraikannya. (Hadeeuuuhh..!)
Akhirnya, saya coba-coba sendiri lagi, eh jadi bisa lagi. Dan ketika saya ajarkan ke anak murid saya, ia juga merasa dipermudah dengan adanya metode itu (walaupun ketika saya menyebutkan nama metodenya agak aneh kali ya, jadi inget tukang sate, hehe)
Nah, saya jadi ingin menulisnya di blog saya, agar ketika saya lupa nanti-nanti, saya bisa ingat lagi dengan lihat blog saya. :D

Sebenarnya metode ini bukan merupakan hal yang baru. Ketika saya search di internet, ada beberapa metode yang digunakan untuk mencari KPK dan FPB, yaitu dengan menggunakan menggunakan himpunan faktor persekutuan, dengan pohon faktor, dan menggunakan tabel. (sumber: disini)
Metode tabel ini sama dengan tusuk sate, hanya saja kalo tusuk sate langsung mencari KPK dan FPB nya, kalau menggunakan tabel itu satu-satu.


Jadi, caranya adalah dengan membagi bilangan di soal tersebut dengan bilangan prima yang terkecil hingga habis semua (ditandai dengan hasil akhirnya harus 1)
Bilangan prima yang terkecil itu diletakkan disebelah kiri, dan itulah yang akan jadi pembagi angka-angka tersebut. Nah, ketika bilangan-bilangan tersebut sama-sama bisa dibagi dengan bilangan prima tersebut, maka tulis bilangan prima tersebut di sebelah kanan juga.
Kalau tidak semua bilangan bisa dibagi dengan bilangan prima tersebut, jangan ditulis di sebelah kanan, cukup tulis di sebelah kiri saja. Penjelasannya seperti terlihat di atas.

Dengan cara ini saya rasa akan membantu murid khususnya di soal pilihan ganda, karena lebih efesien dalam waktu pengerjaannya. Semoga membantu.

21 komentar :

  1. salam kenal. yuanita. artikel nya unik banget. izin share ya.

    BalasHapus
  2. Makasih atas komentarnya..
    Silahkan kalau mau di share..
    salam kenal juga..

    BalasHapus
  3. salam kenal,posting anda tergolong baru dan mengasyikkan,ijin share ok.

    BalasHapus
  4. selain 2 cara tsb ada lgi nggak?

    BalasHapus
  5. Makasih kakak , salam kenal juga ya :-)

    BalasHapus
  6. Terima kasih atas kunjungannya.. Silahkan saja jika mau di share.. Senang juga kalau tulisan ini bisa membantu. @Gatot: Belum ada cara lain lagi mas.. ^^

    BalasHapus
  7. thanks a lot, Bu... hampir sama dengan pohon faktor, tapi ini lebih simple ya Bu... maturnuwunnnnn... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trima kasih Bu Pramesthi atas kunjungannya.. Sama-sama bu, senang bisa membantu :)

      Hapus
  8. kak nita makasih y ilmunya.. izin share ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sama-sama ya.. Silahkan jika ingin di share.. :)

      Hapus
  9. Mau sy coba di kls, izin manfaatin ya bu yuani... makasi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan saja pak, saya senang malah kalau bisa bermanfaat.. :)

      Hapus
  10. walaupun terlihat sederhana tp menarik sekali metodenya
    siip

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Zain untuk kunjungannya.. Smoga membantu ya metodenya.. ^^

      Hapus
  11. Saya biasa menggunakan metode tabel tapi ada sedikit perbedaan dengan metode tusuk satenya anda. Bisa saling melengkapi. Trims mbak bisa ikut manfaatin juga ya

    BalasHapus
  12. Saya biasa menggunakan metode tabel tapi ada sedikit perbedaan dengan metode tusuk satenya anda. Bisa saling melengkapi. Trims mbak bisa ikut manfaatin juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah berkenjung ke ruang kecil saya.. Sama-sama pak Suyanto.. Senang jika bisa bermanfaat.

      Hapus
  13. tetap masih pusing menemukan angka2 di sebelah kanan dengan disebelah kiri.. apalagi dengan 3 angka yang harus diselesaikan seperti di contoh 2....di contoh 1., oke angka 2, 2,dan 3 bisa dilogikakan (walau reka2 sendiri), tapi angka 5 didapat dari mana ??? lalu angka di sebelah kanan 2, 2, terus tidak ada angka lagi seperti sebelah kiri masih ada 2 angka yaitu 3 dan 5.... bagaimana ???

    BalasHapus
  14. Oke, pusing jadi hilang gara2 lihat you tube.. metode ini sama/hampir sama dengan yang orang bilang metode tabel atau metode sisir atau metoode petak sawah.

    BalasHapus
  15. Metode seperti ini bagus dan praktis. Sudah sering saya praktekkan.
    Kendalanya bagi siswa yang belum memahami bilangan prima dan perkalian dasar.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...