Senin, 11 Agustus 2014

Chicken Springroll

Inspirasi untuk membuat makanan ini datang ketika aku menonton sebuah film di bioskop berjudul “Selamat Pagi, Malam” kira-kira sebulan yang lalu. Film tersebut menceritakan tentang wajah kota Jakarta saat ini dari sisi psikologis dan budaya masyarakatnya. Penulisnya begitu jeli melihat hal-hal kini yang sedang mewabah di masyarakat Jakarta. Termasuk penamaan makanan “chicken springroll” yang tercetak pada buku menu di restoran-restoran kelas menengah dan premium. Kata-kata tersebut terasa seperti "lebih memiliki nilai jual" dan bergengsi daripada “lumpia ayam”, bukan?



My Chicken Springroll alias Lumpia Ayam

Ini adalah kali pertama aku membuat lumpia ayam. Pada saat membuat isian lumpianya aku lumayan lancar, tapi pada saat harus menggulung kulit lumpianya, kulit lumpianya robek terus. Terus lipatannya juga tidak rapi. Maklum ini adalah pertama kali aku mencoba membuat. Lama-lama kalau sering membuat, pasti jadi jago yah, hehe.. Akhirnya aku pun meminta bantuan mama, yang sudah biasa membuat lumpia. Hasilnya si lumpia pun tergulung dengan rapi. Setelah jadi dan matang, aku pun bangga dengan hasilnya. Rasanya menurutku pas di lidah. Si mama pun bilang lumpia ayamku lumayan enak. Aku jadi senang dan kami sekeluarga menikmati lumpia ayam buatanku. ^^


Resep browsing dari sini

Cheers,

2 komentar :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...