Sabtu, 08 Agustus 2015

Indonesia Fashion Week 2015, Shake the Runway!

Gambar dari sini

Latepost. Again. And more next. Kali ini aku pengen certain perjalananku ke Indonesia Fashion Week 2015 tanggal 28 Februari 2015 di JCC Senayan. Aku emang udah pengen banget nyoba ngerasain dateng ke fashion week. Nah, makanya aku dah cari dari jauh-jauh hari infonya. Fashion Week yang terdekat bakal diadain di akhir bulan Februari, makanya aku dah siap-siap mantengin webnya buat registrasi pengunjung. Mayanlah gratis jadinya pas mau masuk ke exhibitionnya, ga usah bayar. Hehehe. Aku mengajak Siti buat kesana. Thanks ya, Ti dah mau  nemenin dateng ke acara ini. Sayangnya pas registrasi waktunya mepet, makanya cepet banget tiketnya ludes diburu pengunjung lain. Jadi Siti gak kebagian dapet tiket untuk pengunjung umum.

Nah, berhubung show pertama mulainya jam 1 an, kami berangkat jam 10 dari rumahku. Siti yg menjemput karena akunya kelamaan siap-siap. Hehehe. Aku bingung mau pakai baju apa kesana. Akhirnya aku memakai kemeja dan rok, biar keliatan agak formal. Dan Siti pun juga berpakaian formal tapi tetep dengan sentuhan boyishnya. Dari rumah menuju bulak kapal kami boncengan naik motor. Kemudian disambung naik bis menuju komdak. Dari komdak kami lanjut naik busway, dan turun satu halte sesudahnya, tepatnya di halte JCC. Dari situ tinggal jalan kaki aja deh.

Sampainya disana kami makan dulu. Kami makan siang dengan menu ketropak yang dijual di dekat gedung. Setelah itu, kami masuk ke dalam gedung exhibitionnya. Aku menunjukkan print out undangan untuk pengunjung umum ke loket pembayaran. Disana petugasnya agak sedikit kebingungan. Akhirnya mba petugasnya memberiku name tag community dan bisa digunakan untuk akses masuk ke dalam gedung secara gratis. Siti yg ga kebagian tiket undangan, akhirnya mengantri di loket untuk membayar tiket masuk sebesar 25 ribu rupiah. Setelah didalam. kami muter-muter hall JCC yg luas itu. Kami segera menuju meja informasi untuk menanyakan apakah mereka masih memiliki undangan untuk menonton fashion show hari itu. Yang aku incar adalah fashion show dari siswa Bunka School, sekolah fashion dari Jepang yg tersohor itu. Tapi ternyata petugasnya hanya memiliki sisa undangan fashion show untuk tema “Colourful Banyuwangi” jam setengah 4 sore. Ya gapapalah, daripada ga dapet tiket nonton sama sekali. Lagian penasaran juga sama fashion show dari kota asalku, Banyuwangi. Setelah tiket sudah ditangan, maka hal berikutnya yg perlu dipikirin adalah gimana caranya bisa tetep nonton fashion show dari Bunka School jam 2 ntar. Langsung deh kami menuju ke tkp, tempat fashion shownya berada. Soalnya berdasar pengalamanku yg sebelumnya gagal masuk ke fashion tent di JFW 2014, nanti ada kok tiket last minute yang dibagi pas acaranya mau mulai. Jadi buat mengisi bangku-bangku yang masih kosong. Makanya aku coba dulu, siapa tau masih ada bangku kosong. Pengalaman temenku yang sebelumnya pernah nonton fashion week juga gitu. Jadi kita pede aja nunggu di depan fashion roomnya. Habis itu baru deh, nyamperin pak penjaganya, nanya boleh gak kalo kita masuk, sambil nunjukin id card community ku. Katanya kalo nanti pas acaranya dah mulai, trus masih ada tempat kosong bakal dipanggil. Tapi ga lama setelah itu, kita berdua dipanggil pak petugas dan diijinin masuk. Yap akhirnya kita berdua berhasil masuk kedalam stage roomnya. Padahal tadinya aku ragu, karena cuma aku yang pake id card. Lah trus gimana dengan nasib Siti. Tapi beruntungnya pak petugasnya baik hati, akhirnya kita berdua diijin masuk ke dalem sama pak petugas. Thanks ya pak! Hehe..



 Aksi selfie ku di depan fashion tent

 Sambil nunggu show dimulai, selfie lagi bareng Siti

Selfie teruuuuus

Setelah didalam, kita segera berburu spot duduk yang enak. Masih banyak yang kosong sih, apa mungkin karena masih 15 menit sebelum mulai ya. Dan itu pun juga show pertama. Jadi masih sepi. Habis itu show pun dimulai, dan ruangan mulai penuh terisi oleh pengunjung yang juga ingin nonton. Show dibuka dengan tema Bali. Aku yang baru pertama kali nonton fashion show begitu terkesima dengan live show yang seperti ini. Setelah show berakhir, ada jeda kira-kira setengah jam kemudian baru diisi oleh pagelaran dari siswa Bunka school. Karena untuk masuknya aja udah butuh perjuangan, makanya kita memutuskan untuk tetap di tempat saja sampai show Bunka dimulai. Karena show inilah yang aku incar dari semula. Di show Bunka School yang bertema Save the Ocean itu ada beberapa rancangan yang aku suka karena modelnya unik dan bagus. Ada salah satu backsoundnya juga yang aku sangat suka, dan setelah aku searching ternyata judulnya adalah Talk Talk dari George Maple. Lagunya bikin fashion shownya makin hidup. Disana juga aku sempat ngobrol dengan penonton sebelah. Dia ternyata adalah siswa dari Bunka School. Mungkin banyak juga yang nonton disana saat itu adalah sama-sama siswa dari Bunka juga. Habis selesai dari pagelaran Bunka School ada jeda kira-kira sejam baru mulai ke show berikutnya.

Beberapa foto di bawah ini diambil dari show pembuka bertema Bali.
Yang diatas menrupakan desain dari Rhea Cempaka



 Busana karya rancangan Katrin Sutajaya

 Fashion show dari siswa Bunka School bertema "Save the Ocean"

 Part pertama menceritakan tentang lautan Indonesia yang tercemar
The Broken Ocean



















Gambaran lautan Indonesia yang sudah terselamatkan.
So beautiful..
My favorite design from Bunka School!

Colourfull Banyuwangi was up next. Karena tiket juga udah di tangan, aku dan Siti keluar dulu untuk keliling-keliling ruang pameran. Aku juga udah pegel make low heel, makanya pengen ganti sama sepatu teplek yg tadi beli di pameran sebelum nonton show yang pertama. Oh ya, ada dua stage yg menggelar fashion show saat itu dengan program show yang berbeda. Penasaran juga sih sama bentuk stage yang kedua kaya apa. Tapi kami merasa sudah cukup senang bisa masuk dan nonton fashion show. 

 Nyicipin panggung runway pas closing show pertama

Kemudian kita segera kembali ke stage 1 untuk nonton show bertema Colourful Banyuwangi. Busana yang dirancang oleh Priscilla Saputro tersebut banyak mengambil unsur-unsur dari kekayaan alam dan budaya kota Banyuwangi, di Jawa Timur. Dibuka dengan mengambil unsur tarian Seblang Olehsari. Kemudian mengambil tema warna dari kawah Ijen, yang terkenal akan blue firenya. Kemudian ada juga Red Island yang diangkat sebagai tema pagelaran busana. Banyuwangi has so many hidden treasures by the way. Dalam acara tersebut juga muncul Putri Indonesia serta Bupati Banyuwangi, bapak Abdullah Azwar Anas. Bapak Anas juga ingin ikut memperkenalkan batik Banyuwangi. Batik-batik tersebut dirancang sedemikian ciamik oleh Priscilla sehingga tetap terasa modernnya. Hari itu banyak hal baru yang aku serap dari acara fashion tahunan tersebut, Sekitar bulan November nanti, bakal ada acara fashion week lagi yang pastinya gak kalah grande, bernama Jakarta Fashion Week. Kalo ditanya mau dateng apa gak, pastinya langsung jawab, iyess.. Smoga ada teman yang mau nemenin kesana. Karena acara fashion week gitu bikin nagih lho. Nagih karena bisa dapet goodie bag yang isinya lumayan. Hahaha..

Di bawah ini foto-fotonya. Maaf kalau resolusi gambarnya kurang bagus ya kawan.
Please enjoy!

Tarian Seblang Olehsari dari Banyuwangi menjadi tema pembuka dalam gelaran Novum Etno kali ini

Kawah Ijen di Banyuwangi yang terkenal dengan blue fire nya pun, menjadi tema busana rancangan Pricilla






Busana dengan mengambil unsur Pulau Merah di Banyuwangi


Kali ini tarian khas Banyuwangi yakni Gandrung yang menjadi inspirasi tema.
Tarian Gandrung biasanya dipakai untuk menyambut tamu dalam acara-acara syukuran.
Gandrung sendiri berarti mempesona atau menarik hati.



Banyuwangi Ethno Carnival dipakai sebagai tema penutup fashion show Colourful Banyuwangi

Dalam show bertajuk Novum Etno - Colorful Banyuwangi, Priscilla memamerkan beragam batik Banyuwangi

 Pricilla Saputro tampil bersama Puteri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri 

Siti with her own style 

A new experience with Indonesia Fashion Week 2015


LoVe,
 

1 komentar :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...